PASAR MODAL

Selasa, 18 Juni 2019 | 18:38 WIB

PT Atlas Resources Dirikan Anak Usaha Baru

Wahid Ma'ruf
PT Atlas Resources Dirikan Anak Usaha Baru

INILAHCOM, Jakarta - PT Altas Resources Tbk (ARII) mendirikan anak usaha baru bernama PT Nusantara Mapan Lestari melalui anak usaha PT Karimata Multi Prima pada 17 Juni 2019.

Anak usaha baru ini menjalankan usaha bidang perdagangan dan jasa. Untuk modal dasar sebesar Rp501 juta dengan nilai nominal saham sebesar Rp50.100. Untuk modal ditempatkan sebesar Rp501 juta dan modal disetor sebesar Rp501 juta. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Selasa (18/6/2019).

PT Nusantara Mapan Lestari dikendalikan PT Karimata Multi Prima yang memiliki saham sebesar 99,99% aenilai Rp500,94 juta. Untuk sisanya dimiliki PT Optima Persada Energi sebesar 0,0% senilai Rp50.100.

PT Atlas Resources Tbk (ARII) didirikan tanggal 26 Januari 2007 dan mulai beroperasi secara komersial pada Maret 2007.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Atlas Resources Tbk, yaitu: PT Calorie Viva Utama (pengendali) (42,89%), Abdi Andre (pengendali) (15,75%) dan UBS AG Hongkong-Treaty Omnibus (10,10%), sedangkan induk usaha terakhir ARII adalah PT Artha Jasa Sentosa. Saham publik sebesar 26,4%.

Ruang lingkup kegiatan usaha ARII adalah bergerak dalam bidang perdagangan batubara, transportasi pertambangan dan batubara, dan kegiatan penunjang operasi penambangan batubara lainnya seperti penyewaan peralatan dan kendaraan.

Saat ini, kegiatan utama ARII adalah ekspor-impor dan perdagangan bahan bakar padat, yakni termasuk perdagangan batubara, batubara padat (bricket), batu abu tahan api; dan transportasi pertambangan dan batubara yang termasuk pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas transportasi di bidang pertambangan dan batubara.

#ARII #AtlasResources
BERITA TERKAIT
Produksi Minyak Mentah China Naik 7,7% di Juni
PT Prima Cakrawala Habiskan Dana Hasil IPO Rp59 M
Bank BRI Syariah Sisakan Dana Hasil IPO Rp232,9 M
Bursa Saham Asia Bergerak Variatif
Inilah Bukti Saktinya Isu Fed Bagi Bursa Saham AS
Harga Minyak Berjangka Turun Respon Data China
Harga Emas Berjangka Berakhir Turun, Ini Alasannya

kembali ke atas