PASAR MODAL

Rabu, 19 Juni 2019 | 00:17 WIB

PT Erajaya Raih Kredit hingga Rp4,48 T dari BCA

Wahid Ma'ruf
PT Erajaya Raih Kredit hingga Rp4,48 T dari BCA
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mendapat pinjaman dari Bank BCA sebesar Rp4,4 triliun. Kredit ini merupakan tambahan dan perpanjangan untuk perseroan.

Fasilitas kredit ini untuk modal kerja sehingga dapat mendukung operasional dan ekspansi bisnis Erajaya Group. Demikan mengutip keterbukaan informasi di BEI, Selasa (18/6/2019).

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) didirikan tanggal 08 Oktober 1996 dan memulai aktivitas usaha komersialnya sejak tahun 2000.

Induk usaha Erajaya Swasembada Tbk adalah PT Eralink International (memiliki 59,97% saham ERAA), yang didirikan di Indonesia. Sedangkan induk usaha terakhir ERAA adalah Golden Bright Capital Holding Pte. Ltd., Singapura. Saham publik sebesar 39,7%

Ruang lingkup kegiatan bisnis ERAA dan anak usaha (Erajaya Group) meliputi bidang distribusi dan perdagangan peralatan telekomunikasi seperti telepon selular (ijin distribusi telepon selular dari merek Xiaomi dan ASUS), Subscriber Identity Module Card (SIM Card), Voucher untuk telepon selular dan aksesoris serta gadget seperti komputer dan perangkat elektronik lainnya.

Erajaya Group telah menjalin kemitraan dengan 14 merek global, yakni Acer, Apple, Asus, BlackBerry, Dell, HTC, Huawei, Lenovo, LG, Motorola, Nokia, Samsung, Sony, dan Xiaomi, Erajaya Group juga memasarkan merek produk sendiri yaitu, Venera. Selain itu Erajaya Group juga bekerja sama dengan operator jaringan selular, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL.

Gerai-gerai yang dimiliki Erajaya Group, diantaranya: Erafone Megastore, gerai iBox (gerai ritel khusus produk merek Apple) dan gerai AndroidNation (gerai ritel berbasis sistem operasi Android).

Saham ERAA kemarin berakhir di Rp1.355 per saham dari pembukaan di Rp1.335 per saham. Dalam setahun terakhir harga tertinggi saham ERAA di Rp3,280 per saham pada penutupan 27 Juli 2018. Untuk harga terendah di Rp1.005 per saham pada penutupan 9 Mei 2019.

#ERAA #ErajayaSwasembada
BERITA TERKAIT
Bursa Saham AS Berhasil Catat Kenaikan
Dolar AS Berakhir Lebih Rendah
Anak Usaha PT Indika Energy Akuisisi PT MUTU
MenKeu AS Sebut Negosiasi dengan China Kian Rumit
Bursa Saham AS Bisa Jatuh
(Kondisi Keuangan di Ujung Tanduk,) Trikomsel Cari Investor Penyelamat
Inilah Pemicu Pelemahan Bursa Saham Asia

kembali ke atas