EKONOMI

Jumat, 21 Juni 2019 | 00:06 WIB

Jonan Usul Anggaran Subsidi Listrik Dipangkas

Indra Hendriana
Jonan Usul Anggaran Subsidi Listrik Dipangkas
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengusulkan anggaran subsidi listrik tahun 2020 dipangkas dari Rp59,32 triliun tahun 2019 jadi Rp58,62 triliun tahun 2020.

Menurt Jonan, ada penghematan sebesar Rp600 hingga Rp700 miliar pada tahun depan. Hanya saja kata Jonan, pemerintah bisa mengantongi penghematan yang lebih besar lagi apabila untuk pelanggan non subsidi dikenakan tarif adjustment alias tarif sesuai dengan kondisi.

"Apabila tarif listrik yang golongan rumah tangga 900 VA non subsidi keatas boleh mengikuti tarif adjustment. Maka subsidi bisa turun Rp6 triliun. Kalau tetap subsidi hanya akan turunRp 600-700 miliar saja," kata Jonan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Dengan melepas pelanggan non subsidi dengan tarif adjustment maka bisa mengurangi beban pemerintah dalam plot subsidi. Selain itu, kata Jonan, hal ini bisa menyehatkan APBN dan memprioritaskan anggaran untuk kebutuhan yang lebih baik lagi.

Sementara Direktur Jenderal Tenaga Kelistrikan, Kementerian ESDM, Rida Mulyana juga menjelaskan penghematan Rp6 trliun bisa dikantongi pemerintah bila para pelanggan non subsidi ini mengikuti tarif dasar listrik sesuai dengan harga keekonomian yang berlaku.

"Untuk non subsidi kan secara UU kan dibolehkan untuk mengikuti tarif adjustment. Tapi kan selama ini kan ditahan kan. Karena mempertimbangkan daya beli. Makanya gak diterapkan adjustemn. Makanya kan berdampak ke subsidi. Kalau itu boleh dilepas, maka kan pasti mengurangi beban APBN kan," ujar Rida di DPR.

Rida juga menjelaskan mengikuti tarif adjustment bukan diartikan kenaikan. Sebab tarif adjusment menurut Rida mengikuti pergerakan ICP dan komponen harga bahan baku dari pembangkit, seperti harga batubara.

"Ya mengikuti komponen nya. ICP mislanya. Ya harganya bisa naik bisa turun, tergantung kondisi. Tapi sekarang ini, posisinya harusnya naik kan gak naik karena ditahan. Itu yang makanya jadi tabahan subsdidi," ujar Rida.

Sekedar diketahui pada golongan 900 Va memang ada yang non subsidi. Ini untuk pelanggan yang mampu. Dan golongan 900 va bersubsidi bagi pelanggan kurang mampu.[jat]

#MenteriESDM #IgnasiusJonan #PLN
BERITA TERKAIT
Solusi PLN Kurangi Polusi Udara di Jakarta
PLN Siap Dukung Balapan Mobil Listrik di Jakarta
PLN Bentuk Road Map K3 Zero Accident di 2023
PLN Tingkatkan RE Pulau Terpencil Pakai PLTS
Pasca Gempa, 99% Listrik Halmahera Pulih
PLN Target Tingkatkan Rasio Elektrifikasi Maluku
Setrum PLN Tembus Desa Terluar di Kabupaten Kupang

kembali ke atas