EKONOMI

Jumat, 21 Juni 2019 | 18:27 WIB

Janji Jiwasraya Bayarkan Polis Belum Ada Buktinya

M Fadil Djailani
Janji Jiwasraya Bayarkan Polis Belum Ada Buktinya

INILAHCOM, Jakarta - PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menunda pembayaran klaim untuk produk saving plan yang jatuh tempo Oktober 2018, akibat tekanan likuiditas. Penundaan dilakukan kepada 711 polis hingga kuartal II-2019 senilai Rp802 miliar.

Periode kuartal II-2019 yang sebentar lagi berakhir pada Juni ini, ternyata belum ada kabar baik dari perkembangan kasus gagal bayar Jiwasraya. Pihak manajemen pun tak memberi respons terkait masalah ini kepada INILAHCOM yang mencoba menghubungi. Begitu pula Kementerian BUMN, hingga saat ini belum ada respons terkait masalah ini.

Sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengaku terus memonitor perkembangan kasus gagal bayar bancassurance PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Dan, pihak OJK menyambut baik segala upaya yang telah dilakukan Direksi dan pemegang saham PT Asuransi Jiwasraya (Persero), berkaitan missmatch, sebagaimana terjadi dalam pengelolaan investasi.

OJK akan memonitor kesepakatan yang telah dicapai antara PT Jiwasraya (Persero) dengan pemegang polis, sehingga masing-masing pihak memiliki kejelasan mengenai kewajiban yang jatuh tempo, dengan berbagai opsi yang dipahami dan disetujui oleh kedua belah pihak, kata Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK, Riswinandi saat dihubungi INILAHCOM, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Penundaan pembayaran klaim produk JS Proteksi Plan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menimbulkan kekecewaan dibenak para nasabahnya.

Penundaan pembayaran dilakukan untuk 711 polis produk bancassurance senilai Rp802 miliar. Kesalahan investasi diduga menjadi penyebab sulitnya likuiditas perusahaan, sehingga bisa gagal membayarkan polis.

Ada tujuh bank yang memasarkan produk bancassurance Jiwasraya JS Proteksi Plan yang diterbitkan lima tahun lalu. Ketujuh bank tersebut adalah Bank Tabungan Negara (BTN), Standard Chartered, Bank KEB Hana Indonesia, Bank Victoria, Bank ANZ, Bank QNB Indonesia, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

"Kami sebagai perusahaan BUMN bersama pemegang saham sedang mengupayakan pendanaan untuk memenuhi kewajiban kepada para pemegang polis," seperti dikutip dalam salinan surat Jiwasraya kepada salah satu bank yang memasarkan JS Proteksi Plan pada 10 Oktober 2018 lalu.

Salah satu cara yang dilakukan perusahaan asuransi plat merah untuk melunasi utang polisnya, perseroan menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) senilai Rp500 miliar yang akan digunakan untuk melunasi kewajiban.

Efek utang yang akan jatuh tempo pada Agustus 2020 tersebut baru dicatatkan di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, pada akhir Mei 2019 dengan kupon 11,25% per tahun. Bertindak sebagai agen pemantau adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan sebagai pengatur penerbitan (arranger) PT Danareksa Sekuritas. [ipe]

#Jiwasraya #PenyelewenganKeuangan #Fraud #OJK
BERITA TERKAIT
Angka Kredit Macet di Solo Meningkat
OJK Kasih Izin 6 Perusahaan Fintech Baru
OJK Temukan 22 Gadai Ilegal
Waspada Penawaran Sertifikat Pelunasan Kredit
(Driver Grab Alami Order Fiktif) Aplikator Ojol Diminta Tingkatkan Keamanan
Jokowi Harus Hati-hati Pasang Orang Ekonomi
Neraca Dagang September Tekor Lagi US$160 Juta

kembali ke atas