EKONOMI

Senin, 24 Juni 2019 | 11:09 WIB

Bebersih Ciliwung Ala Menteri Siti Tembus MURI

Bebersih Ciliwung Ala Menteri Siti Tembus MURI
(Foto: ist)

INILAHCOM, Bogor - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, serta Bupati Bogor Ade Yasin menggelar aksi bebersih bersama warga bantaran Sungai Ciliwung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/6/2019).

Aksi bebersih ini masuk Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), karena melibatkan 9.300 orang. Melampaui target sebanyak 8.000 orang. Warga bersama komunitas lingkungan bekerja menyebar ke 36 titik di 33 kecamatan di sepanjang Sungai Ciliwung. Selain bebersih, para relawan ini kampanye serta edukasi lingkungan kepada masyarakat.

Adapun sejumlah pihak yang terlibat pada kegiatan ini di antaranya Yayasan Bambu Indonesia, Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) se-Jabodetabek, Jaringan Jawara Peduli Ciliwung, pelajar, masyarakat, karang taruna, jajaran KLHK serta unsur pemerintah daerah mulai dari Pemdaprov Jabar, Pemkab Bogor, Pemkot Bogor, Pemkot Depok, serta Pemdaprov DKI Jakarta.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul berharap, kegiatan bebersih dapat membawa dampak positif untuk lingkungan Sungai Ciliwung. Sebab sungai yang bersih akan lebih banyak menghadirkan manfaat untuk kehidupan. "Kegiatan yang sangat bermanfaat ini semoga membawa dampak positif untuk Jawa Barat dan daerah sekitarnya," ujar Uu.

Bebersih Ciliwung juga mempertemukan antara pemerintah dan perusahaan swasta. Sehingga, sosialisasi kepada pihak perusahaan juga dilakukan agar mereka mau berpartisipasi aktif dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem DAS Ciliwung.

"Jadi sebelum mengambil tindakan hukum, bagi perusahaan yang nakal mencemari lingkungan. Ada baiknya kita komunikasi terlebih dahulu. Malah dengan ini kita bisa bekerja bersama mewujudkan lingkungan yang kita harapkan, jadi intinya komunikasi," ujar dia.

Menteri LH Siti Nurbaya, menyatakan bahwa Sungai Ciliwung memiliki panjang sekitar 119 kilometer dan ada 13 anak sungai yang mengalir ke Ciliwung. Adapun hulu sungai berada di Kabupaten Bogor dan bermuara ke Teluk Jakarta, di kawasan utara.

Kata Siti, Sungai Ciliwung kini menghadapi berbagai tantangan. Sampah dan sedimentasi menyebabkan banjir di wilayah sekitarnya. "Tahun 2017, KLHK mencatat sebanyak 7.000 ton sampah dibuang ke Ciliwung setiap harinya. Praktik ini terjadi mulai dari hulu sampai hilir," kata dia.

Aksi bebersih Ciliwung sudah rutin dilakukan. Penyelenggaraan pertama dimulai tahun 2013 melibatkan 2.400 orang, lalu berlanjut 2014 melibatkan 5.000 orang, dan hari ini adalah penyelenggaraan yang ketiga kalinya.

Menteri Siti mengajak mulai dari pemerintah di berbagai tingkatan, bahkan tingkat desa, hingga berbagai unsur masyarakat, untuk memberikan perhatian penuh terhadap kelestarian lingkungan di alur Sungai Ciliwung. "Ciliwung sangat strategis melewati beberapa kabupaten/ kota, banyak manfaat di masyarakat," katanya. ipe]

#LHK #MenteriSiti #SungaiCiliwung
BERITA TERKAIT
Regulasi Kubah Gambut Perkuat Ekosistem Gambut
Ini Refleksi dan Proyeksi LHK Sulawesi-Maluku
Eco Driving Fun Rally Dukung Efisiensi Energi
KLHK Sita Ribuan Kayu Olahan Ilegal di Nunukan
KLHK Serahkan Bantuan Peralatan Karhutla di Kalbar
(Dorong Wisata) Menteri LHK Kunjungi Jembatan Gantung Situgunung
KLHK Tingkatkan Koordinasi Karhutla Hadapi Kemarau

kembali ke atas