DUNIA

Selasa, 25 Juni 2019 | 08:45 WIB

Taliban Ancam Media Bisa Jadi Sasaran Militer

Taliban Ancam Media Bisa Jadi Sasaran Militer
Juru bicara Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar (voanews)

INILAHCOM, Kabul--Taliban memberi waktu satu minggu kepada seluruh stasiun radio dan saluran televisi di Afghanistan untuk berhenti menyiarkan maklumat yang dibiayai pemerintah, yang menentang kelompok Taliban.

Dalam pernyataan, seperti dikutip dari VOA, Selasa (25/6/2019), Taliban mengingatkan kelompok media yang menolak menghentikan kampanye "propaganda" itu akan dianggap sebagai "sasaran militer," bukan wartawan dan media yang independen, dan staf yang bekerja bagi mereka tidak akan aman.

Maklumat itu menyerukan kepada warga Afghanistan untuk memberitahu otorita berwenang jika melihat kegiatan Taliban yang mencurigakan.

Kelompok advokasi media setempat NAI mengecam ancaman itu sebagai pelanggaran HAM, dan menuntut mendesak pemerintah Afghanistan untuk segera mengambil langkah guna melindungi keamanan kelompok media dan karyawan mereka.

Taliban sebelumnya telah melancarkan serangan terhadap kelompok-kelompok media di Afghanistan, negara yang menjadi salah satu negara yang paling berbahaya bagi wartawan. [voa/lat]

#taliban #media
BERITA TERKAIT
Mengenaskan, Nasib Dokter yang Lacak Bin Laden
Studio Animasi Jepang Dibakar, 33 Orang Tewas
Trump Bertemu Tokoh Muslim Uighur dan Rohingya
RI Kecam Kota Oxford Beri Penghargaan ke Wenda
AS Cekal Panglima Militer Myanmar
Jemaah di New York Mengeluh Komentar Rasis Trump
AU AS Siap Serbu Pangkalan Alien

kembali ke atas