EKONOMI

Selasa, 25 Juni 2019 | 18:09 WIB

Jiwasraya Surati SCB Janji Bayar Polis JS Proteksi

Jiwasraya Surati SCB Janji Bayar Polis JS Proteksi
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Ini kabar baik bagi nasabah Standard Chartered Bank (SCB) sekaligus pemegang polis JS Proteksi Plan milik PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang mengalami gagal bayar pada 10 Oktober 2018.

Ya, pihak Jiwasraya menjanjikan pembayaran dengan tempo sebagai berikut. Berdasarkan dokumen yang diperoleh INILAHCOM tentang surat rencana pembayaran bernomor 00489/Jiwasraya/O/0519.

Surat yang diteken Direktur Pemasaran Jiwasraya, Indra Widjaja dan Direktur Keuangan Jiwasraya Danang Suryono itu, ditujukan kepada Bambang Simarmo, Managing Director & Head Wealth Management SCB, tertanggal 20 Mei 2019. Ada dua poin penting terkait rencana pembayaran untuk Mei sampai dengan Juli 2019.

Poin pertama, Jiwasraya akan mulai melakukan pembayaran secara bertahap atas delay payment yang jatuh tempo investasi tanggal 6 Oktober 2018 sesuai dengan ketersediaan dana.

Poin kedua, estimasi jadwal pembayaran untuk Bulan Mei sampai dengan Juli 2019, adalah sebagai berikut. Pembayaran pada tanggal 29 Mei 2019 dengan besaran premi per polis sampai dengan Rp500 juta; Pembayaran pada tanggal 19 Juni 2019 dengan besaran premi per polis sampai dengan Rp750 juta; Pembayaran pada tanggal 17 Juli 2019 dengan besaran premi per polis sampai dengan Rp1 miliar.

Selanjutnya, pihak Jiwasraya berjanji akan menuntaskan delay payment secara bertahap. Ditargetkan bisa selesai sampai kuartal IV-2020. Mudah-mudahan tidak meleset.

Sekedar mengingatkan, Jiwasraya meluncurkan produk JS Proteksi Plan pada 2013. Ini merupakan produk investasi plus perlindungan jiwa untuk kalangan premium alias berduit lebih. Nilai preminya minimal Rp100 juta yang harus dibayar cash di muka.

Imbal hasil yang ditawarkan memang sangat menarik yakni 7%. Ditambah masa pertanggungan asuransi selama lima tahun. Kelebihannya lagi, setelah satu tahun, nasabah boleh menarik dananya ditambah imbal hasil 7% dan tetap mendapatkan perlindungan asuransi sampai tahun ke lima.

Untuk memasarkan produk ini, Jiwasraya menggandeng tujuh bank, yakni Standard Chartered Bank, Bank KEB Hana Indonesia, Bank Victoria, Bank ANZ, Bank QNB Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Tabungan Negara (BTN). Mereka memasarkan JS Proteksi Plan ke nasabah-nasabah yang punya tabungan jumbo.

Namun pada 10 Oktober, Jiwasraya mengirim surat kepada tujuh bank mitra tersebut, menjelaskan tentang gagal bayar terhadap 1.286 pemegang polis jatuh tempo senilai Rp802 miliar. [ipe]

#Jiwasraya #Fraud #Investasi
BERITA TERKAIT
Habis Gagal Bayar, Jiwasraya Bikin Anak Usaha
Jokowi Gagal Undang Investor Asing Karena Ini.....
Ganggu Investasi, Warga Papua Kecam LSM Asing
Indonesia tak Dilirik Investor, Jokowi Kusut
DPR: RUU Pertanahan Magnet Kepercayaan Investor
Sabran Sebut Ada Rencana Investasi UEA di Kalteng
Pemprov Jabar Tambah Bus Turis untuk Cirebon

kembali ke atas