NASIONAL

Rabu, 26 Juni 2019 | 14:47 WIB
(Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag)

Anggota Pansel Curhat Nilai Haris Diubah

Ivan Setyadhi
Anggota Pansel Curhat Nilai Haris Diubah
Haris Hasanuddin (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota panitia seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Hasan Effendi sejak awal sudah menyebut nama Haris Hasanuddin tak memenuhi syarat sebagai pejabat Kemenag Jatim.

Selain persoalan sanksi, nilai Haris juga tak cukup untuk menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim.

Haris Hasanuddin diketahui memperoleh nilai 65 dalam proses seleksi. Nilai tersebut di bawah standar dari minimal 75.

"Betul. Itulah yang saya keluhkan. Kok nilai seorang guru diubah-ubah, itulah saya keluh saya ke Nur Cholis," kata Hasan Effendi saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Hasan juga curhat ke Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi.

"Pak Haris orang ini bermasalah. Itu sudah diawal kita sampaikan dari awal yang tidak memenuhi silahkan dikeluarkan. Saya tidak tahu nama itu muncul," ungkapnya.

Namun akhirnya, Haris tetap lolos menjabat Kakanwil Kemenag Jatim karena menyuap bekas Ketum PPP Romahurmuziy.

Haris Hasanuddin dan Muhammad Muafaq Wirahadi didakwa menyuap Rommy untuk mendapat jabatan di Kemenag. Rommy diduga mempengaruhi Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin agar kedua terdakwa bisa mengisi posisi di Kemenag. Selain menjabat sebagai menteri, Lukman merupakan anak buah Rommy di PPP. [rok]

#LukmanHakimSaifuddin
BERITA TERKAIT
Polri Tangkap 2 Terduga Teroris JAD di Jatim
Polisi Ringkus 2 Pelaku Illegal Logging di Brebes
Eks Kapolsek Pancoran Mas Dianiaya Sopir Angkot
(Calon Menteri Kabinet Baru) Nama Baru Mencuat Versi Survei Pemilih
Polisi Selidiki Teror Mobil Dinas Bupati Tegal
KPK Periksa Irjen Kemenkeu
Ipda Erwin Dimakamkan di TMP Cianjur

kembali ke atas