MOZAIK

Jumat, 05 Juli 2019 | 00:02 WIB

Tentang Kematian, Pelajaran Bagi Kita

KH Ahmad Imam Mawardi
Tentang Kematian, Pelajaran Bagi Kita
(Foto: Istimewa)

MINGGU ini ada dua kabar kewafatan yang menghentak perhatian saya: sahabat baru saya yang baik sekali, seorang pengacara yang selalu membantu para kiai dan pondok pesantren, meninggal dunia secara mendadak tanpa ada sakit yang diderita sebelumnya; kedua adalah wafatnya seorang yang lama sekali bersama dengan kami akibat menderita penyakit yang tak diduga sebelumnya dan secara cepat mengantarkan pada kewafatan. Semoga semuanya kini bahagia di alamnya.

Sayyidina Ali berkata: "Kematian adalah pintu yang setiap orang pasti memasukinya." Saat malaikat maut bertanya kepada Nabi Nuh tentang kehidupan di dunia ini, beliau menjawab: "Bagaikan rumah dengan dua pintu, masuk dari satu pintu dan keluar dari pintu lainnya." Ada banyak sebab untuk mati, tak ada yang bisa menebak yang mana yang akan terjadi pada dirinya nanti. Pastikan kita keluar baik dan suci sebagaimana kita masuk ke dunia ini dengan keadaan suci.

Kematian tak pernah datang terlambat, pun tak datang mendahului waktu. Kematian adalah pasti tiba pada waktu yang dipastikan. Tak ada orang yang gagah perkasa mengalahkan kematian. Semuanya tunduk dan harus mengalaminya, suka ataupun tidak suka, rela ataupun terpaksa. Karena itulah maka saat mengingat kematian, runtuhlah ego, luluhlah hati, kendorlah kesombongan dan menunduklah kepala.

Rasulullah yang mulia bersabda: "Kematian itu sebenarnya cukup sebagai pemberi peringatan." Peringatan apa? Peringatan bahwa kehidupan di dunia itu tidaklah abadi. Ada kehidupan akhirat sebagai tempat setiap amal perbuatan dipertanggungjawabkan.

Mengingat kematian akan mengantarkan kita pada wilayah rasa bahwa urusan dunia ini adalah urusan kecil, jangan terlalu dibesar-besarkan. Urusan akhirat adalah urusan besar nan abadi, janganlah dikecil-kecilkan.

Bersiaplah menyambut kematian dengan memperbanyak amal kebaikan dalan berbagai bentuknya agar tak kaget kalau tiba-tiba ia datang tanpa ada tanda-tanda. Semakin mendekatlah kepada Allah dan persembahkanlah kemanfaatan bagi sebanyak mungkin makhluk Allah. Jangan rakus dan tamak. Jangan fokus pada "aku dapat apa," namun fokuslah pada "aku telah memberikan apa." Salam, AIM. [*]

#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
Indahnya Islam, Hal Kecil yang Berfaidah Besar
Generalist Vs Specialist: Mana Paling Dibutuhkan?
Menata Hati untuk Menjadi Manusia Penuh Ridho
Allah yang Tahu dan Kita Tidak Tahu
Akmos Theory: The Power of Action
Apakah Kita Sudah Masuk Golongan Tua?
Menuju Mulia Bahagia Hakiki

kembali ke atas