EKONOMI

Kamis, 11 Juli 2019 | 02:29 WIB

Daya Saing Industri Kosmetik Rendah, Pak Airlangga

Daya Saing Industri Kosmetik Rendah, Pak Airlangga
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat industri Indef, Ahmad Heri Firdaus menilai, upaya peningkatan daya saing industri kosmetik jangan hanya dibebankan kepada pelaku bisnis. Perlu dikolaborasikan dengan seluruh sektor terkait.

"Kita selama ini melihat daya saing industri itu dibebankan hanya kepada satu sektor saja, yakni perindustrian. Itu salah," ujar ekonom Institute for Development of Economis and Finance (Indef) ini di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Dia menjelaskan, sektor perindustrian, selama ini, selalu dibebankan supaya tumbuh lebih tinggi. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan industri itu kebanyakan berada di luar domainnya sektor perindustrian, hal tersebut perlu diluruskan.

Peningkatan daya saing industri komestik merupakan tugas semua sektor, mulai dari sisi sektor bahan bakunya, kemudian regulasi, insentif fiskal, logistik, transportasi dan pemasaran semuanya harus bekerja bersama-sama.

"Mudah-mudahan bisa ada kolaborasi yang lebih baik antar semua sektor tersebut. Dengan demikian intinya adalah bagaimana menghilangkan sedikit ego sektoral," kata Heri.

Sebelumnya pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing industri dengan menerbitkan kebijakan strategis yang dapat memperkuat struktur industri nasional.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah menyadari bahwa pembinaan industri kosmetik merupakan kerja sama lintas sektoral yang saling terintegrasi mengingat tantangan industri farmasi merupakan bahan baku yang masih diimpor.

Sedangkan industri kosmetik menghadapi banyaknya produk impor yang memasuki pasar dalam negeri. Era revolusi industri 4.0 merupakan era transformasi digital yang akan menciptakan nilai tambah baru dalam industri farmasi dan kosmetik.

Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan digital mulai dari proses produksi dan distribusi ke tingkat konsumen (e-commerce) memberikan peluang baru guna dapat meningkatkan daya saing industri farmasi dan kosmetik dengan adanya perubahan selera konsumen dan perubahan gaya hidup. [tar]

#MenperinAirlangga #IndustriKosmetik #Indef #DayaSain
BERITA TERKAIT
DPR Nilai Siklus Pembiayaan Utang Terlalu Agresif
Awas, Proyek Pemindahan Ibu Kota Jadi Bancakan
China Mau Bantu BPJS, Rizal Ingatkan Hati-hati
Jonan Minta Pemda Fasilitasi Mobil Listrik
Begini Cara BNI Syariah Dorong Kedaulatan Pangan
Mobil Listrik Solusi Polusi Udara Ibukota
Kemarau Panjang, Pemerintah Siapkan Hujan Buatan

kembali ke atas