PASAR MODAL

Kamis, 11 Juli 2019 | 19:27 WIB

Skandal 1MDB Seret Raksasa Perbankan Eropa?

Wahid Ma'ruf
Skandal 1MDB Seret Raksasa Perbankan Eropa?
(Istimewa)

INILAHCOM, Washington - Skandal penipuan pembangunan Malaysia yang bernilai miliaran dolar AS, berpotensi untuk melibatkan institusi keuangan global utama lainnya: Deutsche Bank AG.

Departemen Kehakiman AS sedang menyelidiki apakah pemberi pinjaman Jerman DB, + 1,65% melanggar korupsi asing atau undang-undang anti-pencucian uang dalam pekerjaannya untuk dana 1Malaysia Development Bhd. Atau dugaan ikut membantu senilai dana untuk mengumpulkan US$1,2 miliar pada 2014.

Sebab kekhawatiran tentang Manajemen dana dan keuangan sudah mulai beredar, menurut orang-orang yang akrab dengan masalah ini seperti mengutip marketwatch.com.

Penyelidikan terhadap Deutsche Bank sebagian telah dibantu oleh mantan Goldman Sachs Group Inc. GS, eksekutif -0,87%, Tim Leissner, yang bekerja sama dengan pihak berwenang, menurut orang yang akrab dengan masalah ini. Jaksa penuntut telah menyelidiki masalah serupa di Goldman, tempat Leissner, mantan direktur pelaksana, mengaku bersalah tahun lalu dan mengaku sebelumnya membantu menyedot miliaran dolar dari dana tersebut.

Dana pembangunan ekonomi negara, 1MDB berubah menjadi skandal global besar setelah miliaran dolar terkuras dalam periode antara 2009 dan 2014. Dugaan ini mengarah ke beberapa penyelidikan pemerintah dan kejatuhan mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak.

Departemen Kehakiman AS telah mengatakan uang yang dicuri berjumlah setidaknya US$4,5 miliar dan digunakan untuk membayar suap kepada pejabat pemerintah, membayar dana tertentu yang dikendalikan oleh mantan perdana menteri dan membeli ratusan juta dolar dalam barang-barang mewah termasuk perhiasan, karya seni dan real estat.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Aturan Baru IMO Bisa Tekan Pasar Minyak Berjangka
Bursa Saham AS Berpotensi Positif
Inilah Pemicu Penguatan Bursa Saham Asia
IHSG Berhasil Naik 0,7% ke 6.418,234
(Kuartal II 2019) PDB China Terendah dalam 27 Tahun Terakhir
Bursa China Coba Hijaukan Pasar Saham Asia
Bursa Sydney Bisa Bebani Pasar Saham Asia

kembali ke atas