TEKNOLOGI

Jumat, 12 Juli 2019 | 21:21 WIB

25 Juta Ponsel di Dunia Terinfeksi Malware

25 Juta Ponsel di Dunia Terinfeksi Malware
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Setidaknya 25 juta ponsel dilaporkan telah terinfeksi malware jenis baru yang terpasang secara diam-diam di perangkat Android yang tersebar di sejumlah negara, termasuk India dan Indonesia.

Menyamar sebagai aplikasi terkait Android, malware itu mengeksploitasi kerentanan Android dan secara otomatis mengganti aplikasi yang terpasang dengan versi yang berbahaya tanpa sepengetahuan penggunanya, kata perusahaan keamanan siber Check Point Software Technologies saat melaporkan temuan mereka baru-baru ini.

Malware varian baru itu telah secara diam-diam menginfeksi 25 juta perangkat, termasuk 15 juta perangkat seluler di India.

Malware berjuluk 'Agen Smith' tersebut menggunakan akses luasnya ke sumber daya perangkat untuk menampilkan iklan palsu demi keuntungan finansial, tetapi dapat dengan mudah digunakan untuk tujuan yang lebih berbahaya seperti pencurian kredensial perbankan atau semacam penyadapan.

Beberapa aplikasi yang rentan terinfeksi malware itu antara lain WhatsApp, Jiochat, Opera Mini, Truecaller, dan belasan lainnya. Malware tersebut menyerupai serangan-serangan sebelumnya seperti Gooligan, Hummingbad, dan CopyCat.

"Malware ini secara diam-diam menyerang aplikasi yang diinstal oleh pengguna," kata Jonathan Shimonovich, Kepala Riset Deteksi Ancaman Seluler di Check Point Software Technologies, dalam pernyataannya.

Dia pun menyarankan pengguna Android untuk mengunduh aplikasi dari toko yang terpercaya guna mengurangi risiko terinfeksi karena toko aplikasi pihak ketiga sering tidak memiliki langkah-langkah keamanan yang diperlukan untuk memblokir perangkat lunak jahat itu.

'Agent Smith' pada awalnya diunduh dari toko aplikasi pihak ketiga yang banyak digunakan, 9Apps, dan menargetkan sebagian besar pengguna berbahasa Hindi, Arab, Rusia, dan Indonesia.

Sejauh ini, korban utama berbasis di India meskipun negara-negara Asia lainnya seperti Pakistan dan Bangladesh juga terkena dampaknya.

Ada juga sejumlah perangkat yang terinfeksi di Inggris, Australia, dan AS. Check Point Software Technologies telah bekerja erat dengan Google, selaku pemilik Android, pada saat menerbitkan laporan ini.

#malware
BERITA TERKAIT
(GIIAS 2019) Mercedes Luncurkan Mobil Hybrid New E 300 e EQ
Suzuki Target Jual 1.250 Unit Mobil di GIIAS 2019
(Live Modz Challenge 2019) Datsun Tantang Influencer Modifikasi Datsun GO CVT
Pengguna Tik Tok Bisa Berbagi Video via WhatsApp
Huawei: Hongmeng Bukan OS untuk Ponsel
Keluarga Ini Keliling Dunia dengan Pajero Sport
(Meluncur di GIIAS 2019) New Lexus ES 250 Ditawarkan Seharga Rp1,1 Miliar

kembali ke atas