GAYA HIDUP

Jumat, 12 Juli 2019 | 15:15 WIB

Ini Risiko pada Ibu Hamil Ketika Hirup Asap Rokok

Mia Umi Kartikawati
Ini Risiko pada Ibu Hamil Ketika Hirup Asap Rokok
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sebagai perokok Pasif yang Menghirup asap rokok bisa menyebabkan berbagai risiko kesehatan. Hal ini juga berakibat fatal untuk Ibu hamil.

"Wanita hamil yang dalam masa kehamilannya terpajan asap rokok berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi seperti keguguran, bayi lahir mati, dan bayi dengan berat badan di bawah rata-rata," seperti yang dikutip dari siaran pers yang ditinjau dari dr. Kevin Adrian selaku dokter dari ALODOKTER, Jakarta, Jumat, (12/07/2019).

Setidaknya, dalam asap rokok terkandung beberapa jenis bahan kimia, seperti hidrogen sianida (gas yang sangat beracun yang digunakan dalam senjata kimia dan pengendalian hama), benzene yang ditemukan pula di dalam bensin, formaldehida (bahan pengawet yang digunakan untuk membalsem mayat), dan karbon monoksida (gas beracun yang ditemukan di dalam knalpot mobil).

Dampak kesehatan akibat rokok merupakan masalah yang terjadi secara global. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat lebih dari 7 juta kematian terjadi akibat penyakit yang ditimbulkan oleh asap rokok setiap tahunnya. Sekitar 890.000 kasus kematian tersebut terjadi pada perokok pasif di seluruh dunia.

Ketika dihembuskan oleh perokok, asap rokok tidak hilang begitu saja. Asap rokok dapat bertahan di udara hingga 2,5 jam. Asap rokok akan tetap ada meski tidak terdeteksi oleh indera penciuman maupun penglihatan Anda. Hal ini juga berlaku di tempat tertutup yang tidak luas, seperti di dalam mobil. Bahkan, asap rokok mungkin masih ada dalam jumlah besar meskipun orang tersebut telah berhenti merokok.(tka)

#risiko #asaprokok #perokokpasif #hirup #ibu #ibuhamil
BERITA TERKAIT
Inilah Tips Terhindar dari Asap Rokok
Dampak pada Anak Ketika Terpapar Asap Rokok
Bahaya Asap Rokok pada Perokok Pasif Dewasa
Waspada, Ini Komplikasi dari Influenza
Influenza jadi Salah Satu Sebab Kematian Lansia
Atasi Anak Putus Sekolah Agar Tak jadi Beban
(Dalam Lima Tahun) Inilah Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat

kembali ke atas