MOZAIK

Senin, 15 Juli 2019 | 00:06 WIB

Apakah Kita Sudah Masuk Golongan Tua?

KH Ahmad Imam Mawardi
Apakah Kita Sudah Masuk Golongan Tua?
(Foto: Ilustrasi)

MENURUT penelitian masyarakat, salah satu tanda kita sudah mulai masuk tua adalah jika kata-kata, kalimat atau nasehat kita lebih sering didengarkan tanpa ada kritik atau penolakan. Lihatlah ucapan dan pembicaraan atau nasehat yang disampaikan anak kecil, seringkali dibantah dan ditolak mentah-mentah walaupun benar. Tentu ini tidak berlaku untuk keseluruhan, namun fakta umum menyatakan seperti itu.

Indikator tua dan muda (anak kecil) di atas berlaku juga secara sama dengan atasan dan bawahan. Kata-kata atasan selalu diamini dan diimani, kata-kata bawahan selalu dikritisi dan ditentang. Inipun tidak berlaku keseluruhan. Orang waras pasti tetap bersikap obyektif. Bukankah sering kita mendengar kata bijak: "Jangan lihat siapa yang berkata, dengarkan apa yang dikatakan."

Tanda kedua bahwa kita sudah mulai masuk usia tua adalah semakin banyaknya orang yang mendoakan kita agar panjang umur. Ucapan semoga panjang umur sangat jarang diucapkan kepada bayi, anak kecil, atau anak muda. Mereka yang sudah tua, dan apalagi sakit-sakitan, adalah orang yang paling sering mendapatkan doa dan ucapan "semoga panjang umur." Perhatikan saja fakta ini, kita akan manggut-manggut mengangguk setuju sambil tersenyum kaget.

Tentu kita senang dan bahagia didoakan panjang umur secara tulus, namun sadarlah selalu bahwa kita sudah mulai tua. Saya yakin kebanyakan kita akan sedikit tersinggung dikatakan sudah tua karena keinginan kebanyakan kita adalah masih terlihat muda. Namun kebanyakan kita tak akan tersinggung saat didoakan semoga panjang umur. Para pembaca status ini yang saya muliakan, kuucapkan doa "semoga panjang umur ya." Salam, AIM. [*]

#PencerahHati #AhmadImamMawardi #AIM
BERITA TERKAIT
(Mat Kelor Berhaji Lagi (19)) Tukang Pijat Naik Haji Plus
(Mat Kelor Berhaji Lagi (18)) Oleh-oleh Dupa dan Tradisi Bakar Dupa
Salam Jumat dari Tanah Suci Madinah
Kebanggaan Diri Menjadi Umat Rasulullah
(Mat Kelor Berhaji Lagi (17)) Ikutilah Orang yang Kamu Ikuti
(Mat Kelor Berhaji Lagi (16)) Pertengkaran di Depan Ka'bah
Beratnya Berutang, Tak Boleh Hidup Bergaya Bebas

kembali ke atas