NASIONAL

Jumat, 12 Juli 2019 | 19:13 WIB
(Kasus Bowo)

KPK Ultimatum Kakak Beradik Nazaruddin Kooperatif

Ivan Setyadhi
KPK Ultimatum Kakak Beradik Nazaruddin Kooperatif
Jubir KPK Febri Diansyah (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum mantan Bendum Partai Demokrat, M Nazaruddin dan dua adiknya untuk kooperatif terhadap panggilan penyidik.

Nazar dan dua adiknya masing-masing anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat M. Nasir dan caleg dari Partai Gerindra Muhajidin Nur Hasyim dijadwalkan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan penerimaan gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso.

Pemeriksaan terhadap ketiga politikus itu dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Indung, anak buah Bowo yang juga petinggi PT Inersia.

"Kami ingatkan agar para saksi bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik pada waktu yang ditentukan," kata Jubir Febri Diansyah di Gedung KPK, Jumat (12/7/2019).

KPK telah memanggil Nazar dan kedua adiknya itu untuk diperiksa pada waktu yang berbeda. Namun, Nazar dan Muhajidin batal diperiksa penyidik.

"KPK melakukan pemanggilan kedua untuk jadwal pemeriksaan Senin, 15 Juli 2019. Kami ingatkan agar saksi hadir memenuhi kewajiban hukum ini," tegasnya.

Sementara Nazar dijadwalkan diperiksa penyidik pada Selasa (9/7/2019) lalu. Terpidana perkara korupsi Wisma Atlet dan Pencucian Uang itu sedianya diperiksa di Lapas Sukamiskin, Bandung. Namun, pemeriksaan urung dilakukan lantaran pemilik Permai Group itu mengeluh sakit. [adc]

#KPK
BERITA TERKAIT
KPK Buka Peluang Ajukan PK Terhadap Syafruddin
Farid Al Fauzi Tidak Penuhi Panggilan KPK
Hukuman Idrus Marham Diperberat Jadi 5 Tahun
Polri Akui Kesulitan Ungkap Kasus Novel
192 Capim KPK Mulai Jalani Uji Kompetensi Hari Ini
KPK Kecewa Hasil Kerja Tim Pakar Bentukan Polri
Suap Rommy, Eks Kakanwil Kemenag Dituntut 2 Tahun

kembali ke atas