EKONOMI

Sabtu, 13 Juli 2019 | 07:33 WIB

PLN: Teknologi PLTU Bisa Tangkap dan Endapkan Debu

Indra Hendriana
PLN: Teknologi PLTU Bisa Tangkap dan Endapkan Debu
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT PLN menjelaskan sejumlah PLTU saat ini sudah menggunakan teknologi berbasis Super Ultra Critical Represitator.

Menurut Executive Vice President Corporate Communication PT PLN, I Made Suprateka teknologi ini dipakai PLTU yang pembangunannya dilakukan PT PLN atau pun para perusahaan sebagai IPP (Independent Power Producer). "Teknologi ini dapat menangkap dan mengendapkan debu yang keluar sehingga dapat dicegah penyebarannya," katanya Jumat (12/7/2019).

Dengan demikian tidak ada lagi sebaran debu, karena volumenya sangat minim (hanya 2%) dari produksi energi batu bara dari operasional PLTU. Dari batu bara yang dikonsumsi, maksimal hanya 20% yang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Sementara dari 20% PLTU tersebut, hanya 2% yang berpotensi menghasilkan polusi.

Saat ini sudah berkembang teknologi penangkap debu (Super Ultra Critical Represitator). Hal tersebut dapat disaksikan juga pada Shanghai Energy Power Plant, di mana pembangkit listrik di Shanghai tersebut, tingkat kebersihannya setara atau sama dengan rumah sakit. Ada pun suplai kebutuhan listrik di Indonesia kebanyakan berasal dari PLTU, mengingat belum dapat terpenuhinya kebutuhan energi di lokasi tersebut yang berasal dari EBT, kata I Made.

Dengan demikian, PLTU bukan menjadi salah satu penyebab buruknya kualitas udara. Salah satunya di DKI Jakarta. Sebab, radius sebaran dampak emisi PLTU batu bara SOX atau NOX terjauh adalah 30 km. Dengan asumsi adanya emisi gas buangnya terdekat Batubara Lontar Banten, yang jaraknya 70 km dari pusat kota Jakarta.

Sumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), indeks standar kualitas udara yang dipergunakan secara resmi di Indonesia saat ini adalah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), sesuai Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor KEP 45/MENLH/1997 Tentang Indeks Standar Pencemar Udara.

Indeks standar pencemar udara adalah angka yang tidak mempunyai satuan, yang menggambarkan kondisi kualitas udara ambien di lokasi dan waktu tertentu, didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika dan makhluk hidup lainnya.

Indeks standar pencemar udara ditetapkan dengan cara mengubah kadar pencemar udara yang terukur menjadi suatu angka yang tidak berdimensi.

Data indeks standar pencemar udara diperoleh dari pengoperasian stasiun pemantauan kualitas udara ambien otomatis. Sedangkan parameter indeks standar pencemar udara meliputi partikulat (PM10); karbondioksida (CO); sulfur dioksida (SO2); nitrogen dioksida (NO2); serta ozon (O3).

Adapun perhitungan dan pelaporan serta informasi indeks standar pencemar udara ditetapkan oleh Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan, yakni berdasar Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No. 107 Tahun 1997 Tanggal 21 November 1997. [hid]

#PLN
BERITA TERKAIT
Rini Ingin Gerak Cepat PLN Atasi Pemadaman Listrik
PLN Dukung Pertumbuhan Industri Kopi Indonesia
Ini Cara Cek Nilai Kompensasi Listrik Padam
Cek Kompensasi Pemadaman, Silahkan Klik pln.co.id
PLN Hadir Hingga Pos Lintas Batas Long Midang
(Sambut Kemerdekaan RI ke-74) PLN Percepat Bangun 100% Desa Berlistrik di Aceh
(Dibalik Gegap Gempita Perayaan HUT RI ke-74) PDKB Banda Aceh Siap Berikan Layanan Terbaik

kembali ke atas