DUNIA

Senin, 15 Juli 2019 | 12:04 WIB

Imigrasi AS Razia Rumah-rumah Imigran Gelap

Imigrasi AS Razia Rumah-rumah Imigran Gelap
(Foto: AP)

INILAHCOM, Jakarta--Petugas Kantor Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) melancarkan penggerebekan nasional untuk menangkap imigran yang berada di negara ini, tetapi sudah mendapat perintah deportasi ke negara asal mereka.

Program tersebut yang dikonfirmasi oleh Presiden Donald Trump, dan difokuskan pada ratusan keluarga di sembilan kota besar, termasuk Chicago, Los Angeles dan New York. Demikian laporan yang dikutip dari VOA, Senin (15/7/2019).

"Orang-orang datang ke negara ini secara ilegal, kita akan mengeluarkan mereka secara legal," kata Trump.

Petugas ICE umumnya menargetkan imigran yang dianggap berbahaya. Pejabat sementara Direktur ICE, Matthew Albence, mengatakan para imigran yang disasar adalah mereka yang "kasusnya dipercepat" di pengadilan imigrasi.

Penggerebekan oleh Trump diperkirakan akan disambut baik oleh para pemilih yang memilihnya terkait janjinya berulang-ulang untuk menindak para migran yang berada di AS secara ilegal.

Trump mengklaim bahwa "sebagian besar pelaku kriminal" telah ditahan di pusat-pusat penahanan di Texas, dekat perbatasan selatan AS dengan Meksiko, yang dikunjungi Wakil Presiden Mike Pence pada hari Jumat pekan lalu.

"Maaf, kita tidak bisa membiarkan mereka masuk ke Negara kita," kata Trump di Twitter. "Jika terlalu penuh, sampaikan pada mereka agar jangan datang ke Amerika, dan minta Partai Demokrat memperbaiki celah-celah kelemahan imigrasi. Masalah akan Selesai!"

Partai Demokrat mengecam operasi itu, menyebutnya tidak manusiawi menargetkan keluarga, banyak diantaranya dari Amerika Tengah, yang mencari kehidupan yang lebih baik di AS. [voa/lat]

#Razia #Imigran #AS
BERITA TERKAIT
2.300 Warga Kashmir Ditahan
Diadili Pria Tidur Sambil Berdiri Gerayangi Cewek
Putin Peringati 20 Tahun Berkuasa di Rusia
Pendakwah Zakir Naik Minta Maaf
Lingkaran Maduro Mulai Selamatkan Diri
AS Terus Ikut Campur Urusan Hong Kong
Staf Konsulat Inggris di Hong Kong Ditahan

kembali ke atas