EKONOMI

Selasa, 16 Juli 2019 | 07:09 WIB
(Izin Investasi Masih Rumit)

Era Jokowi Belum Berhasil Efisienkan Birokrasi

Era Jokowi Belum Berhasil Efisienkan Birokrasi
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga penelitian dan studi kebijakan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), menilai inefisiensi birokrasi, konektivitas dan kecepatan tetap menjadi tantangan terberat berkaitan investasi di Indonesia.

"Menurut saya tiga tantangan berat utama berkaitan dengan investasi, pertama adalah inefisiensi dalam birokrasi yang berujung pada korupsi, kedua mengenai masalah konektivitas yang berkaitan dengan aspek infrastruktur sarana dan prasarana pendukung investasi yang belum memadai sampai saat ini, serta yang ketiga menyangkut kecepatan. Faktor-faktor inilah yang sering dikeluhkan oleh investor," ujar Wakil Direktur INDEF, Eko Listiyanto di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Eko menjelaskan, masalah konektivitas membuat Indonesia cukup kesulitan dalam menarik investor dibanding negara-negara lainnya. Di mana, kebanyakan negara yang mampu menarik investor dikarenakan aspek konektivitasnya sudah bagus.

Selain itu, kemudahan perizinan di Indonesia sampai sekarang juga dinilai masih kalah dibandingkan negara-negara lainnya sebagai salah satu upaya untuk menarik masuk investor guna menanamkan modalnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan pada visi dan misinya dimana salah satunya akan mengundang investasi yang seluas-luasnya sebagai kunci dari membuka lapangan pekerjaan yang sebesar-besarnya.

Demi tercapainya tujuan ini, Jokowi mengatakan segala penghambat investasi harus dipangkas, baik proses perizinan yang lambat, berbelit-belit, terlebih yang mensyaratkan pungutan liar (pungli).

Jokowi tidak segan-segan untuk menghajar pungli tersebut agar tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi yang merupakan kunci untuk membuka lapangan kerja yang luas.

Sementara itu Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta menilai, pidato Jokowi semakin menegaskan bahwa pemerintahan selanjutnya akan memangkas regulasi, sehingga birokrasi tidaklagi menghambat investasi.

Menurut dia, birokrasi dan regulasi rumit menjadi permasalahan klasik yang selama ini menggerogoti daya saing Indonesia.

Ia menyoroti ada lima syarat untuk menumbuhkan iklim investasi di Indonesia yakni deregulasi, debirokratisasi, peningkatan kualitas SDM, sinergi pusat dan daerah, dan melanjutkan infrastruktur. [tar]

#Indef #Investasi #Birokrasi #Perizinan
BERITA TERKAIT
Suburkan Industri Elektronik, Kemenperin Minta Ini
Pemerintah Segera Tambah Dua KEK Lagi
KLHK Dukung Investasi Bisa Tancap Gas di Indonesia
Investasilah Selagi Masih Muda
Indef: Anggaran DPR Sudah Naik, Awasi Kinerjanya
Pepsi Tinggalkan Indonesia, BKPM Kecolongan?
Pepsi Minggat, Kemenperin Klaim Tidak Ngaruh

kembali ke atas