NASIONAL

Rabu, 17 Juli 2019 | 18:35 WIB
(Jokowi Bertemu Prabowo)

Pertemuan Jokowi di MRT Jadi Gaya Diplomasi Budaya

Ahmad Farhan Faris
Pertemuan Jokowi di MRT Jadi Gaya Diplomasi Budaya
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Deputi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Eko Sulistyo mengatakan pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto naik MRT dari Stasiun Lebak Bulus bisa menjadi model diplomasi budaya.

"Rekonsiliasi ala gerbong MRT di Station Lebak Bulus dapat menjadi model diplomasi budaya untuk menjelaskan kebijakan pemerintah dan keanekaragaman budaya Indonesia oleh para menteri atau kepala daerah," kata Eko di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Menurut dia, banyak kalangan yang tidak menyangka Jokowi mengajak Prabowo bertemu sambil mencoba naik moda raya terpadu (MRT) dari Stasiun Lebak Bulus, Jakarta Selatan hingga Stasiun Senayan. Namun, kata Eko, memang itu gaya Jokowi yang selalu di luar dugaan atau out of the box.

"Bagi orang yang mengenal sepak terjang Jokowi, pertemuan di area publik MRT akan menyebutnya sangat Jokowi banget. Karena bukan sekali ini saja Jokowi memilih tempat yang out of the box untuk sebuah momen istimewa," ujarnya.

Kemudian, Eko mengatakan boleh saja orang berinterpretasi atas pemilihan lokasi MRT sebagai tempat yang netral, bukan di istana atau tempat formal lainnya. Tetapi, pesan simbolis sebuah peristiwa politik kadang mampu menjelaskan lebih luas dari peristiwanya itu sendiri.

"Banyak makna simbolis dari pertemuan penting Jokowi-Pabrowo di MRT yang dilanjutkan makan sate bersama," jelas dia.

Ia menyebut MRT adalah legacy Presiden Jokowi di bidang infrastruktur transportasi guna mengurangi kemacetan di ibukota, sedangkan Prabowo pernah melontarkan kritik terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia yang dianggap memberatkan rakyat.

"Maka secara simbolis pertemuan di gerbong MRT itu sekaligus juga cara Jokowi menjelaskan kepada Prabowo tentang pentingnya membangun moda transportasi publik untuk mengatasi kemacetan seperti di Jakarta," katanya.

Oleh karena itu, Eko mengajak seluruh masyarakat menjadikan momen pertemuan Jokowi-Prabowo sebagai langkah memulai rekonsiliasi substantif, rekonsiliasi yang tidak berhenti di elit politik tapi juga melibatkan partisipasi seluruh masyarakat.

"Pertemuan tersebut membawa pesan rekonsiliasi pasca Pilpres. Ucapan selamat bekerja dan hormat Prabowo kepada Jokowi adalah sikap ksatria seorang patriot bangsa. Sebaliknya, ajakan Presiden Jokowi kepada Prabowo juga menunjukkan kebesaran jiwa seorang pemimpin yang tidak merendahkan seterunya," tandasnya.

#Jokowi #Prabowo #Rekonsiliasi
BERITA TERKAIT
Jokowi Urus BPJS Nyerah tapi Mau Pindahin Ibu Kota
Demokrat: Warga Tanah Karo Minta Jokowi Bangun Tol
Lenis Kogoya Lapor Jokowi Strategi Masalah Papua
Pemerintah Didorong Siapkan SDM Unggul Berinovasi
PPP: Prabowo Sambut Baik Penambahan Pimpinan MPR
(Paska Kerusuhan Manokwari) Jokowi Akan Kembali Diajak ke Papua & Papua Barat
Koalisi Jokowi Buka Pintu Penambahan Pimpinan MPR

kembali ke atas