NASIONAL

Kamis, 18 Juli 2019 | 12:07 WIB

Hukuman Idrus Marham Diperberat Jadi 5 Tahun

Ivan Setyadhi
Hukuman Idrus Marham Diperberat Jadi 5 Tahun
Idrus Marham (Foto: Inilahcom/Agus Priatna)

INILAHCOM, Jakarta - Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat hukuman terdakwa kasus dugaan suap PLTU Riau 1 Idrus Marham menjadi 5 tahun penjara denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya mengajukan banding atas vonis 3 tahun penjara denda Rp 150 juta subsider 3 bulan kurungan terhadap mantan Sekjen Partai Golkar itu.

"Menerima permintaan banding dari penuntum umum pada KPK dan penasihat umum terdakwa," demikian bunyi amar putusan banding seperti dikutip dari laman website Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2019).

Putusan banding itu dibacakan pada Selasa, 9 Juli 2019. Majelis hakim banding diketuai oleh I Nyoman Sutama, sedangkan Mohammad Zubaidi Rahmat dan Achmad Yusak, masing-masing sebagai anggota majelis.

Dalam kasus ini, Idrus divonis bersalah karena dinilai terbukti bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, menerima suap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Johanes Budisutrisno Kotjo, sebesar Rp 2,25 miliar terkait proyek PLTU Riau-1.[ris]

#KPK #IdrusMarham
BERITA TERKAIT
KPK Periksa Irjen Kemenkeu
(Bursa Menteri) KPK Harap Jokowi Perhatikan Rekam Jejak
KPK Soroti Laporan Harta Kekayaan Calon Pimpinan
Catatan Negatif KPK Untuk 20 Calon Pimpinan
Kejagung Langsung Serahkan Jaksa Tersangka ke KPK
KPK Cegah Anak Dan Istri Pengusaha Paulus Tanos
KPK Panggil Mantan Gubernur Jatim Pakde Karwo

kembali ke atas