MOZAIK

Sabtu, 20 Juli 2019 | 21:00 WIB

Syair: Pesta Genosida

Syair: Pesta Genosida
(Foto: Istimewa)

Jika puisi ini hanya mampu menjeritkan luka

Seperti fosil purba
Kujadikan prasasti semua kekecewaan ini atas namamu
Saat detak arloji hanya menambah kelu jiwaku
Ketika lembar kalender begitu cepat berlalu
Hanya doa-doa renta yang kukirimkan padamu

Matinya kemanusiaan
Genosida yang merayakan pesta
Menjadi desing dan hujan peluru di rongga dadaku
Rohingya telah menjeritkan ajalnya
Tanpa kain kafan dan tanpa pusara

Maafkan kami Rohingya
Jika doa berkarat ini hanya tercekat di tenggorokan saja

Bukankah cinta dan kemesraan akan menaburkan kilau cahaya?

Kubungkus tragedi kemanusiaan ini dengan kata-kata dan fatwa yang telah mampus

Sebab wajah Rohingya telah begitu penuh dengan sayatan luka
Dan dunia hanya bisa diam atau tertawa dengan luka-lukamu ini

Maafkan kami Rohingya

[HM. Nasruddin Anshoriy Ch]

BERITA TERKAIT
(Mat Kelor Berhaji Lagi (20)) Do Not Talk Too Much
Doa Adalah Senjata Utama Orang Beriman
Kepada Saudaraku yang Sedang Bersedih
Surga untuk Hati yang Lembut Penuh Kasih Sayang...
Tundalah Hasrat Bersetubuh, Jika Istrimu...
Apa yang Biasa Tampak dari Mukminah Zaman Rasul?
(Mat Kelor Berhaji Lagi (19)) Tukang Pijat Naik Haji Plus

kembali ke atas