EKONOMI

Sabtu, 20 Juli 2019 | 03:09 WIB

Proyek Kilang Tangguh Masuk PSN kok Molor Setahun?

Indra Hendriana
Proyek Kilang Tangguh Masuk PSN kok Molor Setahun?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Proyek Train III Kilang LNG Tangguh, Kabupaten Bintuni, Papua Barat diprediksi bakal molor satu tahun dari target.

Mestinya pada Agustus 2020 adalah jadwal first gas in (gas mengalir pertama kali), tapi molor sampai tahun 2021. Dan, proyek yang digarap BP Indonesia termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun, pengerjaannya masih ada keterlambatan.

"(Proyek) Tangguh ada keterlambatan," kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto di kantornya, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Sementara, Deputi Operasi SKK Migas, Fatar Yani Abdurrahman menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang membuat proyek ini terlambat hingga 2021. Kata dia, molornya proyek ini disebabkan keterlambatan pengiriman material.

Nah, material proyek berlokasi di Papua berasal dari Sulawesi dan Jawa. Di Palu beberapa waktu lalu ada gempa dan tsunami. Kemudian, erupsi anak Gunung Krakatau membuat pasokan materialnya terlambat.

"Ada lagi di mana Papua agregat batu pondasi sipil tidak hanya Papua, Sulawesi lalu sebagian Jawa. Saat gempa Palu itu supply agregat batu-batan terhambat juga cukup lama. Kemudian kejadian anak Krakatau menyebabkan keterlambatan material," kata dia.

Kemudian, untuk proyek ini kekurangan tenaga kerja sejalan dengan masifnya pembangunan infrakstruktur di Jawa. Dia bilang, pekerja untuk proyek ini juga didatangkan dari luar Papua. Daat mereka pulang kampung, mereka tak balik lagi ke Papua.

"Ketika bekerja di Papua di waktu bersamaan proyek infrastruktur di Indonesia cukup banyak saat kembali ke Jawa mereka cenderung bekerja proyek infrastruktur sehingga kontaktor merekrut kembali orang-orangnya," ujar dia.

Asapun Tangguh train III nantinya bisa memproduksi gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) tahun 2020. Konstruksi train III telah dimulai dari 2016 akhir.

Proyek senilai US$ 8 miliar ini diproyeksikan bisa menyumbang tambahan 3,8 million tons per annum (mtpa) bagi kapasitas kilang Tangguh. Sebesar 75% dari produksi tahunan LNG dijual ke PT PLN.

Tangguh dioperasikan BP Berau Ltd sebagai kontraktor SKK Migas. Di mana BP adalah memegang 37,16% saham di proyek tersebut. Pengelola lainnya adalah MI Berau B.V sebesar 16,30%; CNOOC Muturi Ltd sebesar 13,90%; Nippon Oil Exploration (Berau), Ltd sebesar 12,23%; KG Berau/KG Wiriagar 10,00%; Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc sebesar 7,35%, dan Talisman Wiriagar Overseas Ltd sebesar 3,06%. [ipe]

#KilangTangguh #PSN #SKKMigas
BERITA TERKAIT
SKK Migas Gandeng KKKS Gelar FM Forum 2019
Darmin: Investasi PSN Tembus Rp4.183 Triliun
(Cadangan Mulai Kritis) Pemerintahan Jokowi Diminta Pro Investasi Migas
Sampai Agustus Produksi Migas 2 juta BOEPD
Kharisma Serasi Jaya Incar Pasar Asia
(Tingkatkan Luas Tambah Tanam) Kementan Kawal Optimalisasi Alsintan
Kementan Buka Akses Pasar Pisang Raja Sumatera

kembali ke atas