NASIONAL

Sabtu, 20 Juli 2019 | 10:02 WIB

Direktur Krakatau Steel Segera Disidang

Ivan Setyadhi
Direktur Krakatau Steel Segera Disidang
Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas penyidikan Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro dan Alexander Muskitta ke jaksa penuntut.

Keduanya akan diadili atas perkara suap pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel.

"Penyidikan untuk 2 orang tersangka dalam kasus Suap terkait pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel (Persero) telah selesa," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Jumat (19/7/2019) malam.

Selanjutnya selama 14 hari kerja, jaksa penuntut akan menyusun surat dakwaan terhadap kedua tersangka tersebut. Sidang rencananya digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Febri mengatakan sedikitnya 43 saksi telah diperiksa untuk merampungkan penyidikan kedua tersangka itu. Mereka yang digarap terdiri dari sejumlah unsur yakni General Manager Blast Furnace Complex PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, General Manager Procurement PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan GM Rolling Mill PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Kemudian, Manager dan pegawai PT Krakatau Steel Persero,
Asst. to President Director PT Grand Kartech Tbk, pegawai PT Grand Kartech Tbk, pegawai PT Tjokro Bersaudara, Direktur PT Fajar Mitra Hutama, karyawan Swasta dan wiraswasta.

Wisnu Kuncoro Alexander Muskitta ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan dua orang lainnya yakni Presdir PT Grand Kartech, Kenneth Sutradja; dan Bos Tjokro Group, Kurniawan Eddy Tjokro. Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka kasus proyek pengadaan kontainer dan boiler di pabrik blast furnace PTKS, Cilegon, Banten.

Ihwal suap ini terjadi pada 2019, saat Direktorat Teknologi dan Produksi Krakatau Steel merencanakan kebutuhan barang dan peralatan, masing-masing bernilai Rp24 miliar dan Rp2,4 miliar. Alexander Muskitta diduga menawarkan beberapa rekanan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut kepada Wisnu Kuncoro dan disetujui.

Alexander Muskitta menyepakati komitmen fee dengan rekanan yang ditunjuk, yakni PT Grand Kartech dan Tjokro Group senilai 10 persen dari nilai kontrak. Alexander Muskitta diduga bertindak mewakili Wisnu Koncoro sebagai Direktur Teknologi dan Produksi Krakatau Steel.

Selanjutnya, Alexander Muskitta meminta Rp50 juta kepada Kenneth Sutardja dan Rp100 juta kepada Kurniawan Eddy Tjokro. Pada 20 Maret 2019, Alexander Muskitta menerima cek Rp50 juta dari Kurniawan Eddy Tjokro yang selanjutnya disetorkan ke rekening.

Kemudian, Alexander Muskitta juga menerima uang sebanyak USD4 ribu atau setara Rp56,64 juta dan Rp45 juta di sebuah kedai kopi di Jakarta Selatan. Uang itu disetorkan ke rekening Alexander Muskitta.

#KPK #LimpahBerkas #Korupsi
BERITA TERKAIT
Kepala Daerah Kembali Kena OTT, Ini Kata Mendagri
Wali Kota Medan Diduga Minta Upeti
Tangkap Wali Kota Medan, KPK Hattrick OTT
(OTT di Kaltim) Kepala Balai Pelaksana Jalan Wilayah XII Diamankan
OTT Lagi, KPK Tangkap 8 Orang di Kaltim
(OTT Bupati Indramayu) 'Mangga Manis' Jadi Kode Uang Untuk Sang Bupati
KPK Jadikan Bupati Indramayu Sebagai Tersangka

kembali ke atas