DUNIA

Sabtu, 20 Juli 2019 | 14:05 WIB

Bantai Muslim Srebrenica,Belanda Bertanggung Jawab

Bantai Muslim Srebrenica,Belanda Bertanggung Jawab
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta--Mahkamah Agung Belanda memutuskan bahwa Belanda ikut bertanggung jawab dalam pembantaian 350 Muslim Bosnia yang terjadi di Srebrenica pada tahun 1995.

Mahkamah menyatakan Belanda bertanggung jawab sebesar 10%, yang merupakan besarnya peluang kemungkinan tentara-tentara mereka--yang bertugas sebagai penjaga perdamaian ketika itu--untuk berusaha menghentikan pembantaian.

Milisi etnis Serbia di Bosnia ketika itu secara keseluruhan membunuh 8.000 Muslim di kota Srebrenica tahun 1995.

Tentara Belanda sedang bertugas menjaga daerah aman yang ditetapkan oleh PBB ketika daerah itu diserbu.

Sangat jarang suatu negara dianggap bertanggung jawab atas kegagalan dalam misi perdamaian PBB.

Pada tahun sebuah laporan mengenai peran Belanda di Srebrenica menyebabkan seluruh pemerintahan negeri itu mengundurkan diri.

Menurut putusan pengadilan, jika saja tentara Belanda memberi kesempatan kepada Muslim Srebrenica untuk tetap tinggal di perumahan mereka yang tertutup, peluang mereka untuk tertangkap oleh milisi Serbia hanya sebesar 10%

Dengan ini maka negara Belanda harus bertanggung jawab terhadap proporsi kerugian yang diderita oleh para korban, demikian putusan pengadilan.

Putusan final ini memberi kejelasan akan perang hukum bertahun-tahun yang terjadi antara Pemerintah Belanda dengan kelompok keluarga korban yang dikenal dengan nama 'Ibu-ibu Srebrenica'.

Kasus ini terangkat hingga ke Mahkamah Agung karena Belanda ingin dibersihkan dari tanggung jawab ini, para ibu Srebrenica meminta pertanggungjawaban untuk keseluruhan pembantaian sebanyak 8.000 orang.

Sebelumnya, pengadilan tingkat banding menetapkan tanggung jawab itu sebesar 30%, tetapi mahkamah agung memutuskan mengurangi jumlah itu hingga tinggal 10%. [bbc/lat]

#belanda #Muslim #Srebrenica
BERITA TERKAIT
Militer Myanmar Berniat Musnahkan Muslim Rohingya
Korea Utara: Kami Siap Dialog Atau Konflik
Muncul Seruan Demo, Kashmir Diperketat
KTT G7 Dibuka Hari Ini di Prancis
Di Rusia, 3 Anak Perempuan Bunuh Ayah Mereka
(Korea Utara Ingatkan) Uji Coba Rudal AS Bisa Picu Perang Dingin Baru
Buaya Fidel Castro Gigit Pria Swedia

kembali ke atas