GAYA HIDUP

Sabtu, 20 Juli 2019 | 15:10 WIB

Remaja Kurang Gizi Berisiko Putus Sekolah

Mia Umi Kartikawati
Remaja Kurang Gizi Berisiko Putus Sekolah
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Salah satu risiko dari kurangnya asupan gizi pada anak remaja putri berdampak pada putus sekolah.

Hal tersebut karena remaja putri tidak mampu menjalani kehidupannya dengan lebih produktif. Kondisi ini timbul karena remaja putri mengalami anemia.

Pendidikan gizi dan suplementasi tablet tambah darah (TTD) mingguan adalah kunci untuk memerangi anemia. Ini dapat meningkatkan status kesehatan dan gizi remaja putri, yang mana dapat membantu memutus siklus kekurangan gizi antar generasi.

Joel Spicer, Presiden dan CEO Nutrition International menekankan, kurang gizi pada dasarnya melemahkan, terutama bagi remaja putri.

"Kurang gizi berarti terganggunya perkembangan otak dan sistem kekebalan tubuh yang rendah, yang menyebabkan performa kegiatan belajar di sekolahnya menjadi terganggu," ujar Joel.(tka)

#remaja #kurang #gizi #berisiko #putus #sekolah #kesehat
BERITA TERKAIT
Tak Perlu ke Luar Negeri, Smiggle Ada di Indonesia
Tempat Terbaik di Eropa dengan Makanan Halal Lezat
Jemaah Haji Kembali, Kesehatan Terus Dipantau
(Ubud Village Jazz Festival 2019) Ramai Penyanyi Internasional
JFFF 2019 Tampilkan Keindahan Kain Tenun
(Penghargaan Achmad Bakrie) Empat Sosok Anak Bangsa dengan Prestasi Gemilang
Rayakan Kemerdekaan di Jungleland

kembali ke atas