DUNIA

Sabtu, 20 Juli 2019 | 19:05 WIB

AS Jatuhkan Sanksi 4 Pejabat Intelijen Venezuela

AS Jatuhkan Sanksi 4 Pejabat Intelijen Venezuela
Para pengunjuk rasa mengusung poster Kapten AL Venezuela Rafael Acosta (voanews)

INILAHCOM, Washington DC--Departemen Keuangan AS memasukkan empat pejabat senior intelijen militer Venezuela ke dalam daftar hitam, mengaitkan mereka dengan kasus tewasnya seorang kapten angkatan laut Venezuela yang diduga disiksa dalam tahanan.

Ke-4 pejabat itu adalah: Jenderal Rafael Ramon Blanco Marrero, Kolonel Hannover Esteban Guerrero Mijares, Mayor Alexander Enrique Granko Arteaga dan Kolonel Rafael Antonio Franco Quintero, yang merupakan pejabat pada Direktorat Jenderal Kontra-Intelijen Militer Venezuela dan dijatuhi sanksi pada 11 Juli lalu.

"Tindakan itu diambil setelah terjadinya penahanan, pelecehan fisik, dan kematian Kapten Angkatan Laut Venezuela, Rafael Acosta Arevalo," sebut pernyataan Departemen Keuangan AS, seperti dilaporkan VOA, Sabtu (20/7/2019).

Acosta ditangkap pada bulan Juni dengan tuduhan merencanakan pembunuhan Presiden Nicolas Maduro.

Dia meninggal dalam tahanan delapan hari kemudian, setelah sempat muncul di pengadilan dengan menunjukkan tanda-tanda penganiayaan fisik, menurut Departemen Keuangan AS.

"Direktorat Jenderal Kontra-Intelijen Militer Venezuela, termasuk empat pejabat tersebut, dituduh melakukan pelanggaran HAM sistemik dan menindas perbedaan pendapat," kata Departemen Keuangan.

Sanksi Departemen Keuangan AS tersebut berupa, memblokir properti apapun yang dimiliki/dikuasai oleh ke-4 pejabat itu di bawah yurisdiksi AS, dan melarang orang AS atau perusahaan AS untuk berbisnis dengan mereka. [voa/lat]

#AS #Sanksi #Intelijen #Venezuela
BERITA TERKAIT
Lingkaran Maduro Mulai Selamatkan Diri
Korea Utara: Kami Siap Dialog Atau Konflik
Muncul Seruan Demo, Kashmir Diperketat
Militer Myanmar Berniat Musnahkan Muslim Rohingya
KTT G7 Dibuka Hari Ini di Prancis
Di Rusia, 3 Anak Perempuan Bunuh Ayah Mereka
(Korea Utara Ingatkan) Uji Coba Rudal AS Bisa Picu Perang Dingin Baru

kembali ke atas