EKONOMI

Selasa, 23 Juli 2019 | 08:21 WIB

DPR Akui Konsumsi Selamatkan Ekonomi di Semester I

Wahid Ma'ruf
DPR Akui Konsumsi Selamatkan Ekonomi di Semester I
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR, Iskandar Dzulkarnain Syaichu (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Tingginya permintaan domestik menyelamatkan pertumbuhan ekonomi nasional di semester I tahun 2019.

Menurut anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR, Iskandar Dzulkarnain Syaichu memandang perekonomian Indonesia pada Semester 1 tahun 2019 masih menunjukkan momentum positif di tengah perlambatan kinerja ekonomi di negara maju. Hasil positif ini ditopang permintaan domestik yang mampu mengkompensasi kinerja ekonomi Internasional.

Hal itu diungkapkan Iskandar saat membacakan laporan Panja Perumus Kesimpulan Realisasi Pelaksanaan APBN tahun 2019 bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Ruang Rapat Banggar, Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (22/7/2019) seperti mengutip dpr.go.id.

Hasil positif ini ditopang oleh permintaan domestik yang mampu mengkompensasi turunnya kinerja perdagangan internasional. Kuatnya permintaan domestik tidak terlepas dari keberhasilan menjaga tingkat inflasi dan daya beli masyarakat serta realisasi berbagai program pemerintah yang telah diagendakan dalam APBN, papar Iskandar.

Banggar pun memahami melemahnya perekonomian negara maju, terutama Amerika Serikat, Eropa dan Tiongkok yang antara lain sebagai dampak dari kebijakan proteksionisme dan perang dagang serta ketidakpastian implementasi brexit di Eropa, juga berimbas pada iklim ekonomi dan pelaksanaan APBN 2019.

Tren harga komoditas dunia yang relatif lebih rendah dibanding tahun 2018, meskipun terdapat risiko tekanan dari sisi geopolitik yang berpotensi meningkat juga berdampak terhadap pelaksanaan APBN 2019, lanjut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Meski demikian, legislator dapil Jawa Timur X itu meminta pemerintah untuk tetap yakn perekonomian Indonesia masih akan terjaga hingga tahun 2019. Hal ini guna sebagai pijakan penyusunan rencana pembangunan dan kebijakan fiskal di tahun 2020 mendatang.

#PDB2019 #APBN2019 #PasokanPangan #Inflasi
BERITA TERKAIT
Tahun Depan,Awas Inflasi Tinggi karena Rokok Mahal
Stok Bulog Tak Mampu Bendung Kenaikan Harga Beras
Road Map Biofuel Berbasis CPO akan Lebih Lengkap
Ini Dua Proyek Bandara Baru Dukung Wisata Jateng
INDEF: Pilih Menteri BUMN dari Profesional
Tahun Depan B30 Jalan, Bisnis Sawit Makin Cerah
Erick Thohir Diplot Menteri BUMN? PDIP Say No

kembali ke atas