NASIONAL

Jumat, 26 Juli 2019 | 01:04 WIB

Krisis Air di Malang, Warga Rela Antre Sejak Subuh

Krisis Air di Malang, Warga Rela Antre Sejak Subuh
(Foto: beritajatim)

INILAH.COM, Malang - Musim kemarau tahun ini di prediksi akan berlangsung lama. Minimnya sumber air bersih dampak kemarau, membuat 1300 kepala keluarga di dua desa yakni Desa Ringinkembar dan Desa Klepu, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, mulai kesulitan memperoleh air bersih.

Guna mencukupi kebutuhan setiap hari, warga harus mengambil air di desa tetangga dengan jarak tempuh 1 kilometer. Sejumlah titik sumber yang mulai kecil debit airnya, masyarakat bahkan harus rela mengambil air hingga antri sejak pukul tiga dini hari.

Hal ini di benarkan Muhammad Subaidi, Kepala Desa Ringinkembar. Kata dia, warganya kekurangan air bersih terjadi setiap tahun saat musim kemarau tiba seperti saat ini.

"Kami akan berkirim surat ke Pemkab Malang untuk minta bantuan air bersih. Kekurangan air bersih ini terjadi hampir disemua pedukuhan, kami akan kondisikan titik yang paling parah. Karena jika dilakukan secara bersamaan, sepertinya tidak bisa teratasi," ungkap Subaidi, Kamis (25/7/2019).

Hal yang sama juga dikatakan Zainullah, salah satu perangkat Desa Ringinkembar. Dimana kekurangan air bersih ini, terjadi dibeberapa pedukuhan seperti di RT 26 dan 27 Kampung Baru sebanyak 120 KK.

Selanjutnya Dusun Pager Gunung di RT 14,15 dan 16 sebanyak 150 kepala keluarga (KK). Dan juga, Dusun Pancurejo di RT 20, 21 dan 22 sebanyak 155 KK. Serta, kekurangan air bersih juga dirasakan warga Dusun Jambenawe di RT 10, 11 dan 12 sebanyak 145 KK. Sementara dusun terparah susahnya mendapatkan air bersih, berada di Dusun Krajan dengan jumlah kepala keluarga mencapai 350 KK.

Nur Hasan, warga serta perangkat Desa Ringin Kembar mengaku, untuk mendapatkan air bersih, warga hanya mengandalkan atu-satunya sumber air di kali belek wilayah RT 2/ RW 1.

"Untuk sementara, kali belek ini masih mencukupi. Itupun bagi warga terdekat saja.Sedangkan warga lain yang jauh dari lokasi, terpaksa harus beli," terang Nurhasan.

Sulitnya mendapatkan air bersih, juga dirasakan warga di Dusun Sumber Gentong, Desa Klepu. Didusun yang berpenghuni 700 KK ini, sebagian besar masyarakatnya kekurangan air bersih. Hal itu diperparah dengan mengeringnya sumber mata air di kawasan setempat. Untuk mendapatkan air bersih, masyarakat hanya mengandalkan sumur satu-satunya milik warga bernama Jemari. Itupun, harus melalui antrian selama berjam-jam mulai pukul 03.00 dini hari hingga pukul 07 00. Antrian sejak pagi buta, hanya untuk mendapatkan air bersih yang akan dipakai minum dan memasak sebanyak 2 jurigen saja.

Suwanto, Kepala Desa Klepu melihat susahnya warga mendapatkan air bersih, berharap adanya bantuan air bersih dari pemerintah secepatnya dilakukan.

"Untuk mengatasi kekurangan air kami sudah sering koordinasi bersama perangkat. Kami berharap pemerintah bisa memberikan bantuan sumur bor. Bagaimana nanti mekanismenya, kita akan minta petunjuk Camat," ujar Suwanto, Kamis(25/7/2019).

Terpisah, M.Toyib selaku Kepala Dusun Sumber Gentong menambahkan, kekurangan air bersih saat ini dirasakan oleh warga 5 RT dengan jumlah KK mencapai 350 jiwa.

"Hasil koordinasi bersama Kades dan BPD, kami sepakat untuk mengajukan bantuan air bersih ke PDAM dan dinas terkait di Pemkab Malang," papar Toyib. [beritajatim]

#KrisisAir #Malang
BERITA TERKAIT
Perppu KPK Tak Terbit, BEM SI Pikir-Pikir Aksi
(Dilarang Aksi Demo Jelang Pelantikan Presiden) BEM SI Akan Bersikap
(OTT di Kaltim) Kepala Balai Pelaksana Jalan Wilayah XII Diamankan
OTT Lagi, KPK Tangkap 8 Orang di Kaltim
JK Akan Liburan 1 Bulan Usai Tak Jadi RI 2
Pelantikan Presiden Bukan Target Teroris
Polri : JAD Cirebon Siapkan Bom Racun Berbahaya

kembali ke atas