EKONOMI

Sabtu, 03 Agustus 2019 | 01:09 WIB
Highlight

Garap Proyek JTB, PEPC Diutangi Konsorsium 12 Bank

Garap Proyek JTB, PEPC Diutangi Konsorsium 12 Bank


INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina EP Cepu (PEPC), anak usaha PT Pertamina (Persero), menyepakati pendanaan US$1,85 miliar dari konsorsium 12 bank untuk membiayai Proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengungkapkan, kesepakatan pendanaan ini merupakan salah satu yang terbesar di lingkungan anak perusahaan hulu Pertamina.
Dalam transaksi ini, selain MUFG Bank (bank komersial di bawah kelompok usaha Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc,) yang menjadi penasihat keuangan, facility agent, dan lead arranger, terdapat sindikasi yang melibatkan 12 bank, yang tiga di antaranya adalah bank BUMN: BRI, Mandiri, dan BNI.

Fajriyah menambahkan, kesepakatan bisnis itu memiliki struktur pembiayaan hybrid yang unik, yaitu menggabungkan pembiayaan konvensional dan, untuk pertama kalinya, pembiayaan syariah di bawah skema trustee borrowing (pinjaman wali amanat). Tiap bagian (tranche), konvensional dan syariah, memberikan fasilitas pembiayaan proyek dengan dua tenor, yaitu 10 dan 15 tahun.

"Kepercayaan sindikasi 12 bank terhadap PEPC dalam pengelolaan Proyek JTB menunjukkan kredibilitas PEPC di mata lembaga keuangan internasional. Hal itu dapat menjadi contoh bagi skema pembiayaan proyek lain yang dikelola anak usaha Pertamina," ujar Fajriyah dalam rilis di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Sementara, Direktur Utama PEPC, Jamsaton Nababan mengatakan, hingga semester I-2019, kemajuan pembangunan proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi JTB menunjukkan kinerja yang positif dari aspek konstruksi ataupun pengeboran.

Sebagai informasi, PEPC ditugasi untuk mengawasi pengembangan dan operasi proyek yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), sekaligus termasuk dalam kategori proyek prioritas ini. "Kemajuan konstruksi Gas Processing Facilities (GPF) telah melampaui target di angka 25% atau lebih cepat 1% dari target 24%, ujar Jamsaton.

Proyek pengembangan dan pemrosesan gas JTB, lanjut Jamsaton, terdiri dari pengembangan cadangan gas terbukti serta pembangunan dan pengoperasian fasilitas pemrosesan gas dan jaringan pipa di Jawa Timur.

Proyek dengan kapasitas produksi penjualan gas sebesar 192 MMSCFD dan cadangan gas sebesar 2,5 triliun kaki kubik (TCF) ini ditargetkan beroperasi pada 2021.

Artinya, proyek JTB amat berperan dalam menegakkan kedaulatan energi nasional sebab gas yang dihasilkan akan dialirkan melalui pipa transmisi Gresik-Semarang, yang dikelola PT Pertamina Gas (Pertagas), anak perusahaan Pertamina lainnya, untuk menjadi andalan dalam memenuhi permintaan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Rencananya, gas akan dipasok ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok di Jawa Tengah dan PLTGU Jawa-3 di Jawa Timur dan ditargetkan akan membangkitkan listrik sebesar 779 MW, sebagai bagian dari mega proyek pembangkit listrik 35 GW. [ipe]
#Pertamina #JTB #KonsorsiumBank
BERITA TERKAIT
Tren Naik, Pertamina Serap Fame 3,2 Juta KL
PTK Kini Punya Harbour Tug Dual Fuel Pertama
Masih Ada Pengusaha Makanan Pakai Gas 'Melon'
Inilah Delapan Proyek EOR Bikin Pertamina Optimis
TNI dan Polri Bantu Pertamina Atasi Minyak Tumpah
Papua Aman, Pertamina Salurkan BBM ke 3 Kota Ini
Tumpahan Minyak, PHE ONWJ Pasang Oil Boom 5 KM

kembali ke atas