OLAHRAGA

Sabtu, 03 Agustus 2019 | 15:11 WIB
(Thailand Open 2019)

Ini Evaluasi Eng Hian pada Performa Ganda Putri

Arif Budiwinarto
Ini Evaluasi Eng Hian pada Performa Ganda Putri
(Foto: badmintonindonesia)

INILAHCOM, Bangkok - Pelatih ganda putri Indonesia, Eng Hian, mengaku tidak puas dengan performa anak asuhnya. Eng menyoroti motivasi pemain ganda putri yang dinilai masih sering naik-turun.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu menjadi ganda putri Indonesia terakhir yang tersingkir di Thailand Open 2019. Greysia/Apriyani menyerah atas wakil Korea, Chang Ye Na/Kim Hye Rin, tiga gim 21-9, 21-23 dan 19-21.

Sebelumnya, ada dua ganda putri yang tersingkir di babak pertama yaitu Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris dan Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto. Rizki/Della tak dapat menghentikan perlawanan pasangan Jepang, Koharu Yonemoto/Shiho Tanaka di babak pertama. Keduanya dikalahkan dengan skor 20-22, 9-21.

Dituturkan Eng, penyebab utama kekalahan Rizki/Della disebabkan karena faktor non-teknis terkait motivasi.

"Saya lihat ada masalah dengan motivasi mereka untuk mau jadi lebih baik. Evaluasi setiap turnamen hampir selalu sama kekurangan dan kelemahannya di mana saja. Tetapi saya tidak melihat usaha keras dari mereka untuk memperbaiki," ujar Eng kepada BadmintonIndonesia.org.

Eng juga memberikan ultimatum kepada Rizki/Della, jika tak berhasil memperbaiki penampilan mereka dan tak dapat menembus peringkat sepuluh besar dunia, maka Rizki/Della terancam kehilangan kesempatan untuk memperebutkan tiket olimpiade pada tahun depan.

"Saya akan memberikan kesempatan sampai akhir tahun ini. Kalau sampai akhir tahun ini tidak bisa menembus Top 10, maka saya akan stop memberikan kesempatan mereka untuk dapat tiket ke olimpiade. Lebih baik kesempatan itu saya berikan kepada pemain-pemain muda," ia menambahkan.

Sementara itu, pasangan Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto juga dinilai Eng belum menunjukkan performa yang menggembirakan. Di Thailand Open 2019, Yulfira/Jauza terhenti di babak pertama dari Chang Ye Na/Kim Hye Rin (Korea), dengan skor 21-12, 12-21, 14-21. Sedangkan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto dihentikan Greysia/Apriyani dengan skor tipis 22-24, 24-26.

"Kalau Yulfira/Jauza permasalahannya hampir sama dengan Rizki/Della, dari awal tahun sudah diberikan kesempatan tetapi progressnya jalan di tempat."

"Kejuaraan Dunia mungkin akan jadi turnamen terakhir pasangan ini kalau mereka tidak bisa menunjukan hasil yang luar biasa," Eng menutup.

Yulfira/Jauza mendapat kesempatan untuk bertanding di World Championships 2019 pada 19-25 Agustus di Basel, Swiss. Hanya tiga pasangan ganda putri Indonesia yang mendapat undangan untuk berlaga di kejuaraan bergengsi ini. Greysia/Apriyani dan Rizki/Della juga akan berlaga di kejuaraan dunia.

#ThailandOpen
BERITA TERKAIT
Vinales Raih Pole Position MotoGP San Marino
Situs Porno Ingin Sponsori Nama Stadion Miami Heat
Tekad Kadestam Pertahankan Gelar One Welterweight
Audisi PB Djarum Dapat Dukungan dari Moeldoko
Kenapa Audisi PB Djarum Baru Diusik KPAI di 2019?
Disarankan Ganti Nama, Ini Jawaban PB Djarum
Hasil Mediasi: Audisi PB Djarum Bisa Berlanjut

kembali ke atas