EKONOMI

Senin, 05 Agustus 2019 | 16:15 WIB
(Jaga Ketahanan Pangan)

Perumda Pasar Jaya Buka Gerai JP di Pemkot Jakpus

Perumda Pasar Jaya Buka Gerai JP di Pemkot Jakpus
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Perumda Pasar Jaya membuka Gerai Jakarta Pusat (JP) di gedung C Kantor Walikota Jakarta Pusat. Gerai ini merupakan gerai kedua yang dibuka di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, sebanyak 600 produk yang dipasarkan, dalam gerai JP tersebut. Gerai ini dibuat untuk semakin mempermudah mendistribusikan KJP ke masyarakat.

"Konsepnya seperti Jakmart namun, namanya kita pakai Gerai JP, untuk di Jakarta Pusat, minggu depan rencananya di Jakarta Timur, lalu pertengahan Agustus di Kepulauan Seribu lalu menyusul Jakarta Barat dan Jakarta Utara," kata Arief di lokasi, Senin (5/8/2019).

Luasan lokasi yang dijadikan gerai JP yaitu 30 meter persegi, namun apabila warga pemegang KJP banyak yang mengambil maka akan dilebarkan dengan menambah dengan truk kontainer. "Kita lihat dulu animo warga pemegang KJP tapi Pasar Jaya sudah koordinasi dengan Walikota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara," tambahnya.

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretariat Daerah Pemprov DKI Jakarta, Sri Haryati menambahkan, pembukaan gerai ini bisa membantu fungsi distribusi pangan agar lebih stabil.

"Karena, 98 persen produk pangan kita berasal dari luar. Sementara, DKI Jakarta memegang 27 persen untuk inflasi nasional," tambah Sri Haryati.

Menurut Sri, Jakarta telah dinobatkan sebagai Pemerintah Daerah dengan pengendalian inflasi terbaik. Hal itu disebabkan karena Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang pangan, baik Perumda Pasar Jaya, PT Tjipinang Food Station, dan PD Dharma Jaya langsung turun ke pasar.

"Tapi kita harus hitung. Kayak beras, sekarang deflasi. Posisi marketshare Pasar Jaya 15 persen. Tapi produk daging masih punya PR, marketshare Dharma Jaya masih posisi 5 persen. Kaitan dengan gerai ini, sistem ketahanan pangan, yaitu menjaga stok, produksi, konsumsi dan keamanan pangan harus bisa dikendalikan," tutup Sri. [ipe]


#PasarJaya #Inflasi #PemprovDKI
BERITA TERKAIT
Tahun Depan,Awas Inflasi Tinggi karena Rokok Mahal
Stok Bulog Tak Mampu Bendung Kenaikan Harga Beras
Pameran di Swiss, Kopi Indonesia Banjir Peminat
(Jelang Kenaikan Cukai Rokok) Bupati Temanggung Perhatikan Nasib Petani Tembakau
Anang Ingatkan Jokowi Jilid II Jalankan UU Ekraf
(Dukung Perusahaan Mendunia) Bea Cukai Hadiri Ekspor Perdana PT SCNP
Bea Cukai Bengkalis Bongkar Penyelundupan Laptop

kembali ke atas