DUNIA

Jumat, 09 Agustus 2019 | 07:47 WIB

2019, Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

2019, Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah
(Foto: AFP)

INILAHCOM, Jakarta--Juli tercatat menjadi bulan terpanas di seluruh dunia. Berdasarkan data yang dirilis jaringan satelit Uni Eropa, tahun ini, 2019, diperkirakan akan menjadi salah satu tahun terhangat sepanjang sejarah, AFP melaporkan.

Gelombang panas yang melanda Eropa bulan lalu mencetak rekor baru dengan suhu tinggi yang tak lazim terjadi di Lingkar Arktik.

Selama Juni dan Juli lalu, kebakaran hutan dalam skala dan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya, melahap wilayah Siberia, Rusia dan Alaska, Amerika Serikat dan melepaskan lebih dari 100 juta ton karbon dioksida ke atmosfer.

Pada waktu yang bersamaan, lapisan es yang menutupi Greenland mencair secara masif setiap harinya. Institut Meteorologi Denmark (DMI) mencatat, pada Juli saja, hampir 200 miliar ton lapisan es mencair.

"Juli biasanya menjadi bulan terhangat di seluruh dunia. Namun, berdasarkan data kami, Juli juga mencetak rekor sejarah sebagai bulan terhangat secara global dengan selisih yang sangat kecil," jelas Kepala Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa, Jean-Noel Thepaut, dalam pernyataannya.

"Dengan emisi gas rumah kaca yang terus terjadi dan dampaknya pada suhu global, bukan tidak mungkin rekor suhu tertinggi akan terus terpecahkan di masa mendatang."

Dibanding periode 1981-2010, suhu rata-rata selama Juli tahun ini mencapai titik tertingginya di Alaska, Greenland, Siberia, Asia Tengah, Iran, dan beberapa area besar di Antartika. Suhu di Afrika dan Australia juga diketahui berada di atas rata-rata.

Di seluruh dunia, Juli 2019 memang lebih hangat 0,04 derajat Celsius dari rekor sebelumnya pada Juli 2016. [voa/lat]

#2019 #Tahun #Terpanas
BERITA TERKAIT
AS Tuduh Iran Pimpin Serangan ke Kilang Saudi
Bos Demonstran Hong Kong Lobi AS
Tindakan India di Kashmir Picu Ekstremisme
(Serangan 11 September) AS Akan Ungkap Pejabat Saudi yang Terlibat
Putri Arab Saudi Dinyatakan Bersalah
Perang Baru Israel-Hamas Bakal Meletus
Perekonomian Palestina Kian Terpuruk

kembali ke atas