DUNIA

Jumat, 09 Agustus 2019 | 14:23 WIB

AS Tingkatkan Peringatan Warganya ke Hong Kong

AS Tingkatkan Peringatan Warganya ke Hong Kong
(Foto: voa)

INILAHCOM, Washington DC--AS meningkatkan peringatan kepada warganya yang hendak berkunjung ke Hong Kong karena berlanjutnya aksi-aksi kekerasan yang dipicu gerakan pro-demokrasi di pulau itu. Demikian VOA, Jumat (9/8/2019).

Aksi protes itu dipicu dua bulan lalu oleh sebuah rancangan undang-undang yang akan memungkinkan warga Hong Kong diekstradisi dan diadili di daratan China. Kata para demonstran, kalau itu terjadi, para tersangka bisa menghadapi siksaan dan pengadilan yang berbau politik dan tidak adil.

Para demonstran belakangan agak mengubah taktik mereka dan menuntut pembaharuan demokratis yang lebih luas, dan turunnya kepala eksekutif Hongkong Carrie Lam, serta diadakannya penyelidikan atas tindakan kekerasan yang dilakukan polisi untuk menghentikan para demonstran.

Industri pariwisata yang penting di Hong Kong telah menderita karena banyak turis menangguhkan kunjungan mereka. Australia, Irlandia, Inggris dan Jepang menganjurkan warga mereka supaya berhati-hati kalau berkunjung ke bekas koloni Inggris itu.

Polisi Hongkong telah menangkap 589 orang sejak aksi protes dimulai pada 9 Juni. Orang-orang itu bisa menghadapi tuduhan melakukan kerusuhan dan bisa dihukum sampai 10 tahun. Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet, yang dilawan oleh demonstran dengan bom-bom bensin, lemparan batu dan pembakaran sampah-sampah di jalanan.

Juga terjadi serangan atas demonstran yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak dikenal, dan diperkirakan terkait kelompok kejahatan, sementara polisi tidak melakukan tindakan apapun. [voa/lat]

#Demonstran #HongKong
BERITA TERKAIT
AS Terus Ikut Campur Urusan Hong Kong
Staf Konsulat Inggris di Hong Kong Ditahan
Soal Demo Hong Kong, Taiwan Bikin Panas China
Twitter Blokir Informasi Salah Tentang Hong Kong
(Unjukrasa di Hong Kong) Trump Sarankan Presiden China Temui Demonstran
China Bisa Lakukan Intervensi Militer ke Hong Kong
HAM PBB Prihatin Kekerasan di Hong Kong

kembali ke atas