EKONOMI

Minggu, 11 Agustus 2019 | 18:55 WIB

Produksi Batu Bara Capai 237,55 Juta Ton

Indra Hendriana
Produksi Batu Bara Capai 237,55 Juta Ton
(inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Produksi batu bara sampai awal Agustus 2019 sudah mencapai 237,55 juta ton. Realisasi ini setara 48,51% dari target produksi sebesar 489,73 juta ton.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan realisasi produksi belum termasuk dengan laporan dari Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di daerah.

Realiasi produksi itu berdasarkan laporan dari pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B) serta IUP Modal Asing.

Kedua jenis perusahaan tambang itu wajib melaporkan kepada pihaknya. Sementara pemegang IUP daerah melaporkan kepada Gubernur. Nantinya Gubernur menyampaikan kepada Kementerian ESDM.

"Jadi untuk produksi sampai 1 Agustus kemarin itu sebesar 237,55 juta ton," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Bambang Gatot, Minggu (11/8/2019).

Menurut dia, produksi batu bara itu ada yang dialokasikan ke dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) serta ke luar negeri alias ekspor. Untuk jumlah ekspor mencapai 122,26 juta ton. Sementara realisasi alokasi DMO 68,79 juta ton.

Hanya saja Bambang tidak merinci kuota DMO yang diperuntukan bagi pembangkit listrik. Dia hanya menekankan DMO bagi pembangkit sudah menjadi kewajiban pelaku tambang untuk memenuhinya.

Dikatakannya realiasi DMO merupakan salah satu syarat mutlak untuk mengajukan penambahan produksi. Dia menyebut masih melakukan evaluasi Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) yang diajukan pelaku usaha.

Mereka diberi kesempatan mengajukan revisi tingkat produksi sejak Juni-Juli kemarin. Pada Agustus ini pemerintah akan memutuskan jumlah penambahan produksi tersebut. Hanya saja Bambang belum mau membeberkan kuota tambahan produksi tersebut.

Pasalnya ada sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan diantaranya pergerakan harga batu bara. "RKAB masih proses," ujar dia. [hid]

#KuotaHBA #HargaBatuBara #ProduksiBatuBara
BERITA TERKAIT
(Andalkan 12 Proyek Migas di 2020) Ini Cara Menteri ESDM Naikkan Produksi Migas
Menhub akan Persingkat Jarak Tempuh Jakarta-Merak
Di Forum Mentan Sedunia, SYL Bawa Tiga Misi Pangan
Pakar IPB Dorong Kolaborasi Ekonomi Lokal
Kemendes PDTT Wakili RI di Pertemuan OECD Paris
Mentan Bangga Kopi Blawan Dihargai Mahal di Jerman
(Kementan) Alokasi dan Penggunaan Pupuk Sesuai Kebutuhan

kembali ke atas