PASAR MODAL

Selasa, 13 Agustus 2019 | 06:03 WIB

Harga Emas Berjangka Naik Tipis

Wahid Ma'ruf
Harga Emas Berjangka Naik Tipis
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, New York - Harga emas naik tipis pada hari Senin (12/8/2019), bertahan di atas level psikologis US$1.500, di tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global karena perang perdagangan antara Washington dan Beijing berlarut-larut.

Emas spot naik 0,94% pada US$1.510,86 per ounce, sementara emas AS juga naik 0,94% pada US$1.523,2 per ounce.

"Emas sedang mencoba untuk rebound karena kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan pembicaraan perdagangan (antara Amerika Serikat dan China) tidak akan dalam cara terbaik," analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa seperti mengutip cnbc.com.

Dia menambahkan rebound dalam stok pasar lemah dan masih ada ruang bagi emas untuk naik.

Dalam perkembangan terakhir dalam perselisihan yang telah berlangsung lama antara ekonomi terbesar dunia, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa ia tidak siap untuk membuat kesepakatan dengan China dan bahkan menyebut putaran pembicaraan perdagangan September menjadi pertanyaan.

Saham Eropa diperkirakan akan pulih pada hari Senin setelah minggu kedua kerugian. Dalam kesepakatan awal, berjangka untuk wilayah pan Euro Stoxx 50 naik 0,69%, DAX Jerman 0,6% lebih tinggi dan FTSE naik 0,58%.

Untuk mencapai harga yang lebih tinggi (emas) kita perlu lebih banyak kejutan negatif di sisi ekonomi, keuangan, dan geopolitik. Jika kita tidak melihat eskalasi lebih lanjut (dalam ketegangan perdagangan), kita cenderung melihat harga emas menginjak air atau berada di bawah tekanan lebih, "kata analis Commerzbank, Eugen Weinberg.

Sementara itu, Goldman Sachs mengatakan pada hari Minggu bahwa kekhawatiran perang dagang yang mengarah ke resesi meningkat dan bahwa itu tidak lagi mengharapkan kesepakatan perdagangan antara Washington dan Beijing sebelum pemilihan presiden AS tahun 2020.

Analis juga mengatakan bank sentral dovish dan imbal hasil utang negatif di seluruh dunia semakin mendukung emas.

Harga emas naik sebanyak 4% pada pekan lalu dan naik sekitar 17% tahun ini.

Fokus pasar sekarang adalah simposium tahunan Federal Reserve di Jackson Hole akhir pekan ini, dengan investor mencari kejelasan yang lebih besar pada jalur suku bunga di masa depan. Pedagang melihat peluang 69% dari penurunan suku bunga 25 basis poin oleh bank sentral AS September ini.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Pangkas Suku Bunga Tak Cukup Atasi Ekonomi Lesu
IHSG Mampu Bangkit ke 6.305,28
Bursa Saham Asia Jatuh
Harga Minyak Mentah Berakhir Positif
Harga Emas Naik Lewati US$1.500/Ons
Kenaikan Indeks Dow Terhenti
The Fed Berpotensi Tak Turunkan Suku Bunga Lagi

kembali ke atas