MOZAIK

Selasa, 13 Agustus 2019 | 21:00 WIB

Rumi : Kesombongan

Rumi : Kesombongan
(Ilustrasi)

Dia telah tertawan dalam doa ini ketika sebuah Suara yang datang dari Langit, menyapa,
Engkau memang disuruh menyiapkan anak panah pada busurnya;
namun siapakah yang menyuruhmu melepaskannya dengan sekuat tenaga?

Kesombongan-dirilah yang mendorongmu tuk merentangkan busur tinggi-tinggi
dan memamerkan ketrampilanmu dalam seni panah-memanah.

Engkau memang harus mempersiapkan anak panah di busur,
namun janganlah kau tarik busur sekuat tenaga.

Di mana anak panah itu jatuh, gali dan temukanlah!
Jangan kau andalkan kekuatan, burulah harta karun itu dengan permohonan yang lembut menyedihkan.

Yang hakiki itu lebih dekat daripada urat leher,
dan engkau membidikkan anak panah pemikiran terlalu jauh dari sasaran

Filosof membunuh dirinya dengan pemikiran.
Biarkanlah dia terus berlari: membelakangi harta karun.

Sebagian besar yang ditakdirkan masuk Surga adalah orang-orang bodoh,
sehingga mereka menjauhkan diri dari kerancuan filsafat.

Jika orang pandai senang dengan rencana,
orang sederhana bersemayam nyaman, bagai bayi, di haribaan Sang Perencana.

[Rumi]

BERITA TERKAIT
Rumi : Pergelangan Tangan Raja
Semangat Memberi Makan, Minum dan Pakaian
Yuk, Praktikkan Adab ke Masjid!
Tradisi Jahiliah yang Masih Dilakukan Hingga Kini
Pentingnya Belajar Hukum terkait Jual Beli
Lima Syarat Orang yang Diizinkan Lakukan Jual Beli
Jual Beli Salib bagi Orang Muslim

kembali ke atas