MOZAIK

Rabu, 14 Agustus 2019 | 11:00 WIB

Bukan Hadis, Cinta Tanah Air Bagian dari Iman

Bukan Hadis, Cinta Tanah Air Bagian dari Iman
(Foto: Ilustrasi)

SERINGKALI kita mendengar pernyataan "Cinta Tanah Air termasuk iman". Apakah benar pernyataan itu dikatakan Rasulullah SAW dan termasuk hadis?

Berdasarkan banyak komentar ulama, banyak dikatakan pernyataan itu tidak terbukti bisa dirunut hingga sampai kepada Rasulullah SAW. Berikut ucapan para ulama pakar ahli hadis:

As-Shoghoni berkata: Termasuk hadis-hadis yang palsu.

As-Suyuthi berkata: Saya tidak mendapatinya.

As-Sakhowi berkata: Saya tidak mendapatinya.

Al-Ghozzi berkata: Ini bukan hadis.

Az-Zarkasyi: Saya belum mendapatinya.

Sayyid Muinuddin ash-Shofwi berkata: Ini bukan hadis.

Mula al-Qori berkata: Tidak ada asalnya menurut para pakar ahli hadis.

Al-Albani berkata: Maudhu (palsu).

Lajnah Daimah yang diketahui oleh Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan: Ucapan ini bukan hadis nabi shallallahu alaihi wa sallam, ia hanyalah ucapan yang beredar di lisan manusia lalu dianggap sebagai hadis.

Syaikh al-Albani berkata: Dan maknanya tidak benar. Sebab cinta negeri sama halnya cinta jiwa dan harta; seseorang tidak terpuji dengan sebab mencintainya lantaran itu sudah tabiat manusia. Bukankah anda melihat bahwa seluruh manusia berperan serta dalam kecintaan ini, baik dia kafir maupun mukmin?

Allah berfirman, Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu, niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka.(QS. An-Nisa: 66)

Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir juga mencintai Tanah Air mereka.

Al-Hafizh asy-Syaukani berkata menjelaskan sebab menyebarnya hadis-hadis palsu seperti ini: Para ahli sejarah telah meremehkan dalam mengutarakan hadis-hadis bathil seputar keutamaan negeri, lebih-lebih negeri mereka sendiri. Mereka sangat meremehkan sekali, sampai-sampai menyebutkan hadits palsu dan tidak memperingatkannya, sebagaimana dilakukan oleh Ibnu Dabi dalam Tarikhnya yang berjudul Qurrotul Uyun bi Akhbaril Yaman Al-Maimun dan kitab lainnya yang berjudul Bughyatul Mustafid bi Akhbar Madinah Zabid padahal beliau termasuk ahli hadis.

Maka hendaknya seorang mewaspadai dari keyakinan ini atau meriwayatkannya, karena kedustaan dalam masalah ini sudah menyebar dan melampui batas. Semua itu sebabnya adalah fitrah manusia untuk cinta Tanah Air dan kampung halamannya. []

#TanahAir #Iman
BERITA TERKAIT
Lima Manfaat Mukmin Mengimani Takdir
Jangan Campuradukkan Iman dengan Kezaliman
Dilarang, Hubungan Suami-Istri Tanpa Busana
Jagalah Tauhid, InsyaAllah Anda Masuk Surga
(Mat Kelor Berhaji Lagi (17)) Ikutilah Orang yang Kamu Ikuti
Rumi : Pergelangan Tangan Raja
Semangat Memberi Makan, Minum dan Pakaian

kembali ke atas