NASIONAL

Rabu, 14 Agustus 2019 | 01:04 WIB

Pakai Kode "Uang Jajan", Miryam Dapat USD 100 Ribu

Ivan Setyadhi
Pakai Kode "Uang Jajan", Miryam Dapat USD 100 Ribu
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya penggunaan kode 'uang jajan' dalam perkara korupsi e-KTP yang menyeret mantan anggota komisi II DPR RI, Miryam S Haryani (MSH).

Miryam diduga meminta duit 100 ribu dolar Amerika Serikat ke mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman dengan kode 'uang jajan'.

"Tersangka MSH juga meminta uang denga kode 'uang jajan' kepada IRMAN sebagai Dirjen Dukcapil yang menangani e-KTP," kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat menggelar konpers di kantornya, Selasa (13/8/2019) malam.

Uang tersebut, diduga akan diberikan Miryam kepada rekan-rekannya di komisi II DPR.

Miryam mengklaim uang tersebut untuk kunjungan kerja. Penyerahan uang tersebut dilakukan di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

"Permintaan uang tersebut ia atasnamakan rekan-rekannya di Komisi II yang akan reses," ucapnya.

Saut mengatakan, Miryam diduga telah menerima beberapa kali uang dari Irman dan Sugiharto yang diduga terkait kasus korupsi e-KTP. Penerimaan uang tersebut terjadi sepanjang tahun 2011-2012.

"Sebagaimana telah muncul di fakta persidangan dan pertimbangan hakim dalam perkara dengan terdakwa Setya Novanto, MSH diduga diperkaya USD1,2 juta terkait proyek EKTP ini," imbuhnya.

Selain Miryam, KPK juga menetapkan tiga tersangka baru lainnya dalam kasus yang merugikan negara sekira Rp2,3 triliun ini. Ketiganya yakni, Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI), Isnu Edhi Wijaya; PNS BPPT, Husni Fahmi; dan Dirut PT Sandipala Arthaputra, Paulos Tannos.

Keempatnya disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP. Delapan orang tersebut yakni, Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, Made Oka Masagung, dan Markus Nari. [adc]

#Miryam #KPK
BERITA TERKAIT
KPK Cegah Anak Dan Istri Pengusaha Paulus Tanos
KPK Panggil Mantan Gubernur Jatim Pakde Karwo
KPK Langsung Tahan 2 Tersangka OTT Yogya
KPK Resmi Tahan Jaksa Kejari Yogya Eka Safitra
Tersangka, KPK Minta Jaksa Satriawan Serahkan Diri
Jangan karena Kritikan Capim KPK dari Polri Gagal
Begini Operasi KPK Tangkap Tangan Jaksa di Jogja

kembali ke atas