DUNIA

Rabu, 14 Agustus 2019 | 09:04 WIB

Status Dicabut, Warga Kashmir Semakin Menderita

Status Dicabut, Warga Kashmir Semakin Menderita
(Foto: AFP)

INILAHCOM, Kashmir--Status khusus Kashmir yag dicabut Pemerintah India telah mengakibatkan warga semakin menderita. VOA melaporkan Rabu (14/8/2019), penduduk di Kashmir yang dikuasai India semakin kehabisan barang kebutuhan sehari-hari, sementara lockdown atau larangan ke luar rumah menyebabkan orang-orang terkurung di rumah untuk hari ke-9.

India memberlakukan jam malam terus menerus dan pemadaman komunikasi guna mencegah sebuah reaksi kekerasan akibat keputusan pemerintah pada 5 Agustus yang mencabut otonomi khusus Kashmir.

Reaksi di Kashmir atas langkah India yang kontroversial itu sejauh ini terbatas. Tetapi protes anti-India dan bentrokan terjadi setiap hari, kebanyakan ketika tentara menarik diri dari jalan-jalan pada saat matahari terbenam. Meskipun lockdown ini bukan hal yang baru, perlawanan sipil terhadap kekuasaan India sering terjadi, dan pemuda-pemuda melemparkan batu dan meneriaki petugas polisi dan tentara.

Kashmir yang mayoritas penduduknya adalah Muslim terbagi antara India dan Pakistan, serta kedua negara itu mengklaim seluruh kawasan itu. Pakistan telah mengecam perubahan baru-baru ini sebagai ilegal dan telah menurunkan hubungan diplomatiknya dengan New Delhi, mengusir dutabesar India, serta menghentikan perdagangan dan layanan kereta.

Pakistan menyerukan penyelenggaraan pertemuan DK PBB, katanya, langkah oleh pemimpin yang dipimpin kelompok nasionalis Hindu di India mengancam perdamaian internasional dan bisa mengarah ke pembantaian etnis dan genosida. [voa/lat]

#Status #Khusus #Kashmir
BERITA TERKAIT
Tindakan India di Kashmir Picu Ekstremisme
India Tuduh Militan Berusaha Nyusup ke Kashmir
Pakistan: India Menabur Benih Perang Baru
AS Tuduh Iran Pimpin Serangan ke Kilang Saudi
Bos Demonstran Hong Kong Lobi AS
(Serangan 11 September) AS Akan Ungkap Pejabat Saudi yang Terlibat
Putri Arab Saudi Dinyatakan Bersalah

kembali ke atas