NASIONAL

Kamis, 15 Agustus 2019 | 02:11 WIB

Meski Hamil, Warga Kediri Diminta Layani Threesome

Meski Hamil, Warga Kediri Diminta Layani Threesome
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Kediri - DTS aliad Dian Tri Susilo (20) warga Kabupaten Kediri nekat meminta istrinya DS (16) yang hamil muda untuk melayani lelaki hidung belang.

Tak tanggung-tanggung, DTS juga meminta istrinya yang masih bau kencur ini untuk melayani tamu dengan gaya seks dua lelaki satu perempuan.

"Pasutri ini masih muda dan belia. Mereka baru menikah siri dan sudah ada satu anak. Tapi dengan alasan ekonomi, mereka melayani seks dengan threesome," jelas Kanit PPA Polrestabes Surabaya, Rabu (14/8/2019).

Berdalih desakan ekonomi, DTS asal Kediri ini tawarkan istrinya yang tengah hamil 4 bulan untuk melayani berhubungan intim dua pria satu wanita (thresome) melalui sosial media.

Parahnya, DTS itu juga kerap melayani tamunya di rumah yang ditinggalinya dengan sang istri dan keluarga.

Bapak satu anak yang juga pedagang bakso warga Dsn Balong Jeruk RT 03 RW 01, Kel Balong Jeruk, Kec Kunjang, Kab Kediri tersebut memanfaatkan media sosial grup Facebook untuk mencari tamu.

"Lantaran yakin bahwa pelaku dan korban yakni istrinya baru saja menerima order tamu di Surabaya. Mereka pun lantas pergi ke Kota Pahlawan untuk melayani pelanggannya," papar AKP Ruth.

Hanya saja, nahas nasib mereka lantaran diamankan polisi di Hotel Pop kamar 301 Jalan Diponegoro, Surabaya, Senin (12/8/2019) lalu.

Tersangka sendiri merupakan suami siri dari korban DR yang kini berusia 16 tahun dan hamil empat bulan. Untuk mendapatkan pelayanan mereka, lelaki hidung belang di Kota Surabaya kena tarif Rp2 juta.

"Untuk mempermudah mencari lelaki hidung belang, melalui Facebook, pelaku juga menulis status pasutri Kediri dan juga mencantunkan nomor HP di profil Facebook," sahutnya.

"Setelah sepakat, antara tersangka dan tamu melanjutkan komunikasi melalui aplikasi Whatsapp dan memasang tarif Rp2 juta," sebut Ruth Yeni.

Dan setelah, tamu membayar di muka sebanyak 200 ribu rupiah, pelaku dan istrinya menuju Surabaya menggunakan alat transportasi bus turun di terminal Bungurasih dan langsung menuju hotel.

Dari lokasi hotel yang digrebek, petugas melakukan penyitaan barang bukti berupa, uang tunai Rp500 ribu, 1 unit handphone merk Samsung Duos.

Pelakunya akan dijerat Pasal 2, Pasal 17 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang TPPO dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP.

Sementara, pelaku Dian Tri Susilo mengaku baru tiga kali melayani tamu. Dua di antaranya dilayani di rumahnya di Kediri.

"Pelaku bisa saja dijerat pasal berlapis meski dalih kebutuhan ekonomi, serta uangnya akan digunakannya untuk biaya hidup," pungkas AKP Ruth. [beritajatim]

BERITA TERKAIT
Anak eks Ketua DPRD Nias Utara Ditemukan Tewas
(Penembakan Saat Aksi Massa di DPRD Mimika) Polisi Sebut Tembakan Bukan dari Senjata Organik
Demo DPRD Mimika Pecah Usai Isu Referendum Mencuat
Kerugian Rusuh DPRD Mimika Capai Rp 1 Miliar
Rusuh Demo DPRD Mimika, Polisi Tangkap 45 Orang
Pencuri di Mojokerto Tewas Ditembak
Ditinggal Shalat, Warga Cerme Kehilangan Uang & HP

kembali ke atas