NASIONAL

Kamis, 15 Agustus 2019 | 04:00 WIB

Gerindra: Penumpang Gelap bukan Kalangan Ulama

Gerindra: Penumpang Gelap bukan Kalangan Ulama
Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Partai Gerindra Habiburokhman (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan, penumpang gelap dalam koalisi 02 Prabowo-Sandi dalam Pemilu 2019 lalu, bukan dari kalangan ulama maupun dari anggota koalisi. Penumpang gelap yang dimaksud berasal dari pihak eksternal koalisi.

"Bukan ulama, bukan parpol koalisi, dan bukan emak-emak. Saya juga lihat kok ada dari kelompok lain. Tapi kita enggak tahu secara spesifik," kata Habiburokhman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

Pihak luar yang dimaksud lanjutnya, ada kemungkinan terkait dengan kerusuhan pada tanggal 21-22 Mei 2019 di depan gedung Bawaslu.

"Pada tanggal 21 dan 22 (Mei) itu, saya pantau bentrok terjadi setelah massa kita sudah pulang ke Cikini, ke rumah aspirasi. Kemudian, setelah itu tiba-tiba terjadi kerusuhan. Itu dua hari berturut-turut seperti itu," ujarnya.

Sebelumnya, penumpang gelap di kubu Prabowo-sandi diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Penumpang gelap tersebut menurutnya sengaja memanfaatkan situasi pasca Pilpres 2019 untuk tujuan tertentu. Mengetahui hal itu, Prabowo pun kemudian membuat langkah politik dengan bertemu dengan Presiden Jokowi. Tak lama kemudian, Prabowo juga menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Bahkan Prabowo bebrapa waktu lalu juga menghadiri kongres ke-V PDIP yang berlangsung di Bali. [fad]

#PrabowoSandi #PenumpangGelap
BERITA TERKAIT
Anak eks Ketua DPRD Nias Utara Ditemukan Tewas
(Penembakan Saat Aksi Massa di DPRD Mimika) Polisi Sebut Tembakan Bukan dari Senjata Organik
Demo DPRD Mimika Pecah Usai Isu Referendum Mencuat
Kerugian Rusuh DPRD Mimika Capai Rp 1 Miliar
Rusuh Demo DPRD Mimika, Polisi Tangkap 45 Orang
Pencuri di Mojokerto Tewas Ditembak
Ditinggal Shalat, Warga Cerme Kehilangan Uang & HP

kembali ke atas