EKONOMI

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 17:30 WIB

Pikat Investor, Akses Data Migas Dibuka Selebarnya

Indra Hendriana
Pikat Investor, Akses Data Migas Dibuka Selebarnya
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar melakukan Sosialisasi Peraturan Menteri No. 7 Tahun 2019 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Data Minyak dan Gas Bumi.

Penerbitan Permen ini merupakan upaya Pemerintah untuk memudahkan investor minyak dan gas bumi dalam berinvestasi di Indonesia. "Cita-cita ini sudah lama, bagaimana caranya kita membuka data ini agar investor bisa punya akses data yang lebih baik, tidak saja dari sisi di mana itu adanya, bagaimana mengaksesnya, dan kapan akan digunakan," kata Arcandra, di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Kata dia, pembukaan akses data migas ini juga sudah dilakukan oleh beberapa negara dan yang terbaru adalah Inggris. "Beberapa bulan yang lalu Inggris juga membuka data subsurface-nya dan hari ini kita juga membuka data migasnya," ujar dia.

Sebagai Informasi, Peraturan Menteri ESDM ini menggantikan Peraturan Menteri ESDM No. 27 Tahun 2006 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Data yang diperoleh dari Survei Umum, Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi.

Perubahan mendasar dalam Peraturan Menteri baru ini dalam rangka peningkatan integritas pengelolaan data, memberikan kemudahan dan keterbukaan data guna mendorong peningkatan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi.

Dilakukan perubahan paradigma pengelolaan data sebagai infrastruktur dan peningkatan kualitas data, menggantikan paradigma sebelumnya dimana data sebagai komoditas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Perusahaan-perusahaan migas akan mendapatkan kemudahan akses data. Dahulu perusahaan hanya memiliki data blok migas mereka saja, sekarang mereka bisa melirik data blok-blok disebelahnya, surrounding area, sehingga analisa mereka lebih akurat lagi. Dan bagi dunia usaha yang berada di luar Indonesia dengan adanya data ini kita tidak perlu membayar mereka untuk melakukan analisa apakah kita masih punya potensi atau tidak," ujar dia.[ipe]

#MenteriJonan #Investasi #BisnisMigas
BERITA TERKAIT
Perizinan Mudah, Tarik Investasi Migas di Daerah
Jelang Pensiun, Jonan Umbar Janji Elektrifikasi
Sebelum Lelang WK Panas Bumi, KESDM Lakukan Ini
Jokowi Gagal Undang Investor Asing Karena Ini.....
SKK Migas dan PHM Besarkan Industri Migas Nasional
Ganggu Investasi, Warga Papua Kecam LSM Asing
Jadi Ibu Kota Baru, ESDM Tambah Jargas di Penajam

kembali ke atas