NASIONAL

Selasa, 20 Agustus 2019 | 18:01 WIB

Pemerintah Didorong Siapkan SDM Unggul Berinovasi

Pemerintah Didorong Siapkan SDM Unggul Berinovasi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: inilahcom/Didik Setiawan)

INILAH.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR/MPR, Jumat 16 Agustus 2019 menyampaikan poin penting tentang pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk berinovasi.

Kepala Negara menyatakan, pentingnya meningkatkan SDM yang berkualitas di Indonesia yang mampu menciptakan inovasi baru untuk bersiap menghadapi tantangan global. Selain itu, Jokowi juga menekankan lahirnya SDM yang berhati mulia, berdedikasi, dan berideologi Pancasila. Dengan adanya SDM yang memadai, ke depannya Indonesia dapat keluar dari kutukan sumber daya alam.

Jokowi mencontohkan di masa pemerintahannya, Indonesia mampu mendorong penggunaan energi alternatif melalui program B20, dan akan bergerak menuju B30. Dalam hal ini Jokowi juga merasa optimistis Indonesia dapat mencapai program B100 di tahun yang akan datang.

Terkait pidato Presiden Jokowi, Samsul B Ibrahim, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Teman Jokowi mendorong pemerintah untuk mewujudkan lahirnya SDM unggul dan inovatif.

"Untuk optimistis Indonesia maju, sudah saatnya negeri ini memiliki SDM unggul dan berinovasi yang mampu bersaing secara global," kata Samsul dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Pria asal Aceh ini lalu mengutip penjelasan dari Rokhmin Dahuri yang menjadi pembicara pada Tasyakuran HUT ke-74 RI di Depok, Jumat, 16 Agustus 2019. Lebih rinci Samsul mengulas paparan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001-2004 itu yang mengangkat tema 'Pembangunan Agro-Maritim Berbasis Industri 4.0 dan IMTAQ Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan, Meningkatkan Daya Saing dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Secara Berkelanjutan'.

Samsul menilai, paparan Prof Rokhmin menjadi signifikan dengan poin pidato kenegaraan Presiden Jokowi. Menurut Samsul, senada dengan paparan Rokhmin bahwa kondisi sosial ekonomi yang ada di Indonesia memiliki banyak masalah dalam hal pengangguran dan kemiskinan, ketimpangan sosial, disparitas pembangunan antar wilayah, penderita gizi buruk, daya saing dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rendah dan kerusakan lingkungan.

"Seperti kata Pak Rokhmin, sektor primer seperti pertanian, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pertambangan sebagian besar dikerjakan secara tradisional," papar Samsul.

Sementara Abdul Halim, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan mengatakan pidato Presiden Jokowi punya makna penting.

"Kalau di bidang Kelautan, Perikanan dan Kemaritiman Indonesia memiliki SDM yang mumpuni. Tinggal kini untuk diarahkan sebagai SDM unggul dan inovasi, perlu menginventaris lulusan atau alumni dari universitas bidang ini yang tersebar di seluruh Indonesia," bebernya.

Halim menambahkan, potensi kelautan perikanan dan kemaritiman Indonesia sudah cukup siap dari tingkat nelayan SDM alumni atau lulusan universitas bidang ini,

"Salah satu celah kelemahan kita adalah pengelolaan pada hasil perikanan di Indonesia. Sementara, keunggulannya terletak pada potensi alam dan nelayan, hanya saja kita lebih sering menjadi tukang jual ikan, bukan pada pengelolaan yang justru memiliki nilai value," tandasnya. [adc]

#Pemerintah #SDMUnggul #Jokowi
BERITA TERKAIT
(Revisi UU KPK) Komitmen Jokowi Berantas Korupsi Diragukan
Dewan Pengawas KPK Awasi Penerbitan SP3
(Soal Wacana Pembentukan Dewan Pengawas KPK) "Prinsipnya, Lembaga Apapun Itu Perlu Diawasi"
Ini Pendapat Sandiaga Uno Soal Revisi UU KPK
Djarot: KPK Mau Diperkuat Kok Prokontra?
Pimpin KPK, Irjen Filri Harus Lepas Jabatan
DPR Minta Percepat Pelantikan Pimpinan KPK Baru

kembali ke atas