TEKNOLOGI

Kamis, 22 Agustus 2019 | 09:10 WIB

Facebook Serahkan Kendali Data pada Pengguna

Facebook Serahkan Kendali Data pada Pengguna
(ist)

INILAHCOM, San Francisco - Facebook baru saja mengumumkan perubahan kebijakan penggunaan data penggunanya dalam perusahaan media jejaring sosial itu, baik melalui aplikasi ataupun melalui situs.

Product Management Director Facebook David Baser dan Chief Privacy Officer Facebook Erin Egan, dalam akun resmi perusahaan, menyebut kemampuan melihat dan mengendalikan data langsung dari para pengguna Facebook itu disebut 'Off-Facebook Activity'.

"Off-Facebook Activity mempersilakan Anda untuk melihat sebuah rangkuman dari aktivitas Anda dalam aplikasi-aplikasi dan situs-situs kami dan menghapus informasi-informasi itu dari akun Anda jika Anda menginginkannya," demikian tulis mereka.

Kebijakan anyar itu menjadi langkah baru Facebook untuk memberikan transparansi kepada para penggunanya selain kendali pada akun Facebook mereka masing-masing.

Namun, Facebook juga akan tetap memperbarui kebijakan mereka dalam Pustaka Iklan, 'Mengapa saya melihat iklan itu?' dan peluncuran fitur baru disebut 'Mengapa saya melihat unggahan itu?'

Kebijakan Off-Facebook Activity memberikan tiga kewenangan kepada para pengguna.

"Pertama untuk melihat sebuah rangkuman informasi dari aplikasi-aplikasi dan situs-situs lain yang telah dikirim ke Facebook melalui perangkat bisnis online seperti Facebook Pixel dan Facebook Login."

"Kedua, memutus koneksi tentang informasi-informasi dari aplikasi-aplikasi dan situs-situs lain ke akun para pengguna jika mereka menginginkannya."

"Ketiga, memilih untuk memutus koneksi pada masa berikutnya aktivitas off-Facebook dari akun Anda. Anda dapat melakukan itu untuk semua Off-Facebook Activity Anda, atau hanya spesifik pada sejumlah aplikasi dan situs."

"Kami mulai secara bertahap dengan memungkinkan Off-Facebook Activity kepada para pengguna di Irlandia, Korea Selatan, dan Spanyol. Kami akan melanjutkan penerapan kebijakan itu kepada semua orang pada beberapa bulan berikutnya," tulis Baser dan Egan.

Facebook menekankan jika pengguna melakukan penghapusan aktivitas mereka dalam media jejaring sosial itu, perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu akan menghapus informasi identitas pengguna dari data di aplikasi-aplikasi dan situs-situs yang memilih pengguna itu.

"Kami tidak tahu situs-situs mana yang telah Anda kunjungi atau apa yang Anda lakukan di sana. Kami tidak akan menggunakan data-data Anda yang telah diputus dari target iklan kepada Anda lewat Facebook, Instagram, dan Messenger," tambah mereka.

Ketika para pengguna mengunjungi Off-Facebook Activity, mereka dapat melihat situs-situs dan aplikasi-aplikasi apa yang mereka pakai secara rutin.

"Tapi, Anda mungkin dapat melihat sejumlah layanan yang tidak Anda kenali," tulis mereka.

Baser dan Egan mencontohkan sebuah situs yang tidak pernah dikunjungi pengguna dapat muncul dalam akun Facebook pengguna itu karena seorang teman mereka melihat situs itu melalui smartphone sang pengguna.

#Facebook #data
BERITA TERKAIT
Penayangan IGTV Bisa Dijadwalkan Hingga 6 Bulan
(Lanjutan Kasus Cambridge Analytica) Facebook Tangguhkan Puluhan Ribu Aplikasi
Karyawan Facebook Bunuh Diri di Kantornya
Facebook Luncurkan Portal TV untuk Video Chat
Garap Kacamata Pintar, Facebook Gandeng Ray-Ban
Menjaga Privasi di Facebook Cafe Jakarta
Rusia Tuding Google-Facebook Siarkan Iklan Politik

kembali ke atas