NASIONAL

Kamis, 22 Agustus 2019 | 12:29 WIB
(Usulan 10 Kursi Pimpinan MPR)

Refly: Kerja Konstitusional MPR Tak Rutin

Ahmad Farhan Faris
Refly: Kerja Konstitusional MPR Tak Rutin
Pakar hukum tata negara Refly Harun (Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Pakar hukum tata negara Refly Harun masih belum bisa menerima alasan partai politik yang mengusulkan penambahan kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk periode 2019-2024.

Menurut dia, usulan penambahan kursi Pimpinan MPR RI tiada lain alasannya hanya untuk bagi-bagi jabatan saja termasuk fasilitasnya. Padahal, kerja MPR juga tidak begitu rutin.

"Perlu 10 Pimpinan MPR? Sukar bagi saya mencerna alasan pembenarnya. Sekedar bagi-bagi jabatan dan fasilitas jabatan. Wong kerja konstitusional MPR tidak rutin," kata Refly lewat twitternya yang dikutip Kamis (22/8/2019).

Untuk diketahui, usulan penambahan jumlah Pimpinan MPR menjadi 10 kursi dilontarkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay. Menurut dia, penambahan Pimpinan MPR jadi 10 kursi untuk mendinginkan perebutan kursi pimpinan MPR saat ini.

"Tentu sangat baik apabila pimpinan yang akan datang disempurnakan menjadi 10 orang dengan rincian sembilan mewakili fraksi-fraksi dan satu mewakili kelompok DPD RI. Soal siapa ketuanya, bisa dimusyawarahkan untuk mencapai mufakat," katanya. [rok]

#MPR
BERITA TERKAIT
Maju ke MPR, Fadel Perjuangkan Penguatan DPD
(UU KPK) DPR dan Pemerintah Terjebak Kompromi Transaksional
Dijanjikan Rp5 Juta, Wanita Diminta Kirim Foto Hot
Presiden Dapat Segera Lantik Pimpinan KPK Baru
Emil Minta Arsitek Proaktif di Era Industri 4.0
Kontroversi UU KPK Sebaiknya Akhiri di MK
DPR: Seleksi Pejabat Struktur di KPK Ilegal

kembali ke atas