EKONOMI

Jumat, 23 Agustus 2019 | 18:01 WIB

Produksi Batu Bara Diperkirakan Capai 600 Juta Ton

Indra Hendriana
Produksi Batu Bara Diperkirakan Capai 600 Juta Ton
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Produksi batu bara sampai akhir 2019 ini diprediksi mencapai 600 juta ton. Jumlah ini termasuk dengan penambahan kuota produksi yang tengah dibahas oleh pemerintah sekarang.

Dengan demikian, maka jumlah produksi batu bara tahun 2019 ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya sebesar 528 juta ton.

Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengamini jumlah ini lebih besar dari Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB) tahun 2019 sebesar 490 juta ton.

"Iya mungkin (produksi batu bara) sekitar 600 jutaan itu lah kalau realisasi semua, akhir Agustus finalisasi sekarang belum," kata Bambang di Jakarta (23/8/2019).

Bertambahnya produksi batu bara ini, kata dia, karena ada pengajuan dari pemegang Perjanjian Kontrak Karya Pertambangan Batu bara (PKP2B), dan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari daerah.

Menurut dia, ESDM hanya memberikan persetujuan penambahan produksi batu bara pada PKP2B. Sementara pemegang IUP yang memberikan izin penambahan adalah pemerintah daerah tersebutx

"Dilaporin ke kami, kalau itu menurut perubahannya tergantung dinasnya masing-masing. Saya kira tidak berubah jauh, kalau yang IUP karena kita bagaimana kontrolnya susah kan diubah atau tidak ga tahu juga," ujar Bambang.

Dia mengungkapkan peningkatan produksi setiap tahun wajar terjadi pasalnya dalam rencana kerja perusahaan pasti produksi juga naik. Selain itu lahan di wilayah perusahaan yang sebelumnya masih belum produksi pasti juga sudah menunjukkan progres produksi.

"Kalau setiap tahun kan pasti naik masalah kenaikannya berapa ya tidak tahu, karena apa logikanya secara Feasibilty Study perusahan besar sudah operasi tetap naik. Kedua dari sisi perusahaan-perusahaan dulu yang belum masih operasi baru produksikan menambah lagi masuk, jadi kalau naik itu keniscayaan," ujar dia.

Sebelumnya Kementerian ESDM menyebut produksi batu bara hingga awal Agustus mencapai 237,55 juta ton. Realisasi itu sekitar 48,51% dari target produksi tahun ini yang mencapai 489,73 juta ton. Realisasi produksi itu belum termasuk dengan laporan dari Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di daerah.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Bambang Gatot mengatakan realiasi produksi itu berdasarkan laporan dari pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B) serta IUP Modal Asing.

Kedua jenis perusahaan tambang itu wajib melaporkan kepada pihaknya. Sementara pemegang IUP daerah melaporkan kepada Gubernur. Nantinya Gubernur menyampaikan kepada Kementerian ESDM.

"Jadi untuk produksi sampai 1 Agustus kemarin itu sebesar 237,55 juta ton," kata Bambang di Jakarta.[jat]

#BatuBara #KementerianESDM
BERITA TERKAIT
September, HBA Paling Rendah Sejak Dua Tahun
Benarkah PLTU Batubara Memicu Kanker?
Kementan Siapkan Strategi Pupuk Bersubsidi 2020
Penghambat Investasi Kenapa Baru Dicari Bu Menkeu?
LPS: Jangan Mudah Tergiur Bunga Bank Tinggi
Bos Lawas Hipmi Akui Era Jokowi Masih Ada Monopoli
Kementan Kenalkan Cara Alami Basmi Siput Murbai

kembali ke atas