NASIONAL

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 16:02 WIB

BPIP tak Paham Esensi Pancasila? Ini kata Istana

Happy Karundeng
BPIP tak Paham Esensi Pancasila? Ini kata Istana
Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin

INILAHCOM, Jakarta - Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, merespon pernyataan Petinggi Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab yang menyebut Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dibentuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak paham hakikat dan esensi Pancasila.

"Apapun yang keluar dari kata-kata Rizieq, itu adalah gambaran dari kepribadiannya karena semua mata dan memandang dan melihat dan mendengar apa yang beliau videokan, saya tidak patut dan tidak pantas untuk memberikan satu penilaian," katanya di Jakarta, Sabtu (24/8/2019).

Ia menjelaskan, atas nama pemerintah, Presiden Jokowi memiliki gagasan dan upaya untuk menjaga Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Salah satunya dengan membentuk BPIP.

"Karena itu, inilah upaya yang dilakukan oleh pemerintah, inilah yang dilakukan dan diupayakan oleh Bapak Presiden. Presiden tidak menutup diri dari kritik dan masukan. Pak Jokowi membuka diri selebar-lebarnya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Imam besar FPI Habib Rizieq Shihab kembali membuat pernyataan langsung lewat video dari mekah yang disiarkan oleh akun Youtube Front TV, Sabtu (24/8/2019). Pernyataan ini disampaikan dalam rangka milad ke-21 FPI.

Dalam siaran tersebut, Habib Rizieq menyinggung Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dibentuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya BPIP tidak paham hakikat dan esensi Pancasila.

Menurutnya, Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia, bukan pilar negara. Menurut dia, ada pihak yang menyebut Pancasila sebagai pilar negara, yang dia nilai sama sekali tidak paham konstitusi, bahkan gagal paham tentang dasar negara Republik Indonesia. [hpy]

#HabibRizieq #BPIP #EsensiPancasila #Istana
BERITA TERKAIT
(UU KPK) DPR dan Pemerintah Terjebak Kompromi Transaksional
Dijanjikan Rp5 Juta, Wanita Diminta Kirim Foto Hot
Presiden Dapat Segera Lantik Pimpinan KPK Baru
Emil Minta Arsitek Proaktif di Era Industri 4.0
Kontroversi UU KPK Sebaiknya Akhiri di MK
DPR: Seleksi Pejabat Struktur di KPK Ilegal
(Karhutla Riau) KSP: Tak Mungkin Kapolda Riau Dicopot Sekarang

kembali ke atas