PASAR MODAL

Minggu, 25 Agustus 2019 | 00:15 WIB

China Ingatkan AS Risiko Tarif Tambahan

Wahid Ma'ruf
China Ingatkan AS Risiko Tarif Tambahan
(Istimewa)

INILAHCOM, Beijing - China mengatakan pihaknya sangat menentang keputusan Washington untuk mengenakan tarif tambahan atas barang-barang China senilai US$550 miliar dan memperingatkan Amerika Serikat akan konsekuensinya jika tidak mengakhiri "tindakan salah" nya.

Komentar yang dibuat oleh Kementerian Perdagangan China muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Jumat (23/8/2019) bahwa Washington akan mengenakan bea tambahan 5% untuk barang-barang China. Beberapa jam setelah Beijing mengumumkan tarif pembalasan terbaru atas barang-barang AS senilai sekitar US$75 miliar, di langkah terbaru untuk sengketa perdagangan bilateral mereka.

"Proteksionisme perdagangan sepihak dan intimidasi dan tekanan maksimum seperti itu melanggar konsensus yang dicapai oleh kepala China dan Amerika Serikat, melanggar prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan, dan secara serius merusak sistem perdagangan multilateral dan tata perdagangan normal internasional," kata Kementerian Perdagangan Tiongkok kata dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (24/8/2019) seperti mengutip cnbc.com.

"China sangat mendesak Amerika Serikat untuk tidak salah menilai situasi atau meremehkan tekad rakyat China," tambahnya.

Langkah tarif terbaru Trump, diumumkan di Twitter, mengatakan Amerika Serikat akan menaikkan tarif impor China yang bernilai $ 250 miliar menjadi 30% dari 25% saat ini yang dimulai pada 1 Oktober, peringatan ke-70 berdirinya Republik Rakyat komunis dari China.

Pada saat yang sama, Trump mengumumkan kenaikan tarif yang direncanakan pada sisa barang senilai US$300 miliar menjadi 15% dari 10%. Amerika Serikat akan mulai mengenakan tarif tersebut pada beberapa produk mulai 1 September. Tetapi tarif sekitar setengah dari barang-barang tersebut telah ditunda hingga 15 Desember.

Trump menanggapi keputusan Beijing pada Jumat malam bahwa pihaknya berencana untuk mengenakan tarif pembalasan senilai US$75 miliar impor AS mulai dari kedelai hingga etanol. China juga akan memasang kembali tarif 25% untuk mobil dan 5% untuk onderdil yang ditangguhkan Desember lalu.

Penasihat ekonomi Gedung Putih mengatakan awal pekan ini bahwa administrasi Trump merencanakan pembicaraan langsung antara AS dan pejabat China pada bulan September. Tidak jelas apakah pertemuan bilateral masih akan berlangsung.

Perang perdagangan selama setahun antara dua ekonomi terbesar di dunia telah mengguncang pasar keuangan dan mengguncang ekonomi global.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Ini Cara Trump Jaga Pasokan Minyak di Pasar Global
IHSG Bisa Bergerak Melemah
Ini Dampak Serangan Drone ke Industri Minyak Saudi
Keuntungan di Bursa Saham Amerika Latin Capai 23%
Inilah Pemicu Produksi Minyak Mentah Saudi Turun
(Catatan Sepekan IHSG) Paruh September, Perdagangan Ditutup Positif
Harga Minyak Berjangka Tergelincir

kembali ke atas