NASIONAL

Sabtu, 24 Agustus 2019 | 21:12 WIB

Rekonstruksi Penganiayaan Santri Digelar Tertutup

Rekonstruksi Penganiayaan Santri Digelar Tertutup
(beritajatim)

INILAHCOM, Mojokerto - Rekontruksi kasus penganiayaan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto digelar secara tertutup, Sabtu (24/8/2019). Pelaku anak (tersangka sebelumnya, red) menjalani 14 adegan.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Muhammad Sholikin Fery mengatakan pelaku anak menjalani 14 adegan. Adegan itu diawali saat pelaku anak datang.

"Ada 14 adegan yang diperagakan dalam rekontruksi tersebut. Mulai dari kedatangan pelaku anak," katanya.

Kemudian, Fery mengatakan antara pelaku anak dan saksi merupakan usia di bawah 18 sehingga pihaknya harus menghargai UU Sistem Peradilan Anak. Dalam rekontruksi, pelaku anak memerankan 14 adegan menerangkan memang benar dugaan pidana penganiayaan.

"Pada intinya si pelaku melakukan kekerasan dengan cara menendang. Empat kali menendang, satu kali saat duduk dan tiga kali saat sudah terletak di lantai. Kurang lebihnya seperti itu, mohon maaf saya tidak bisa menceritakan secara lebih detail lain terkait dengan anak. Silahkan kalau yang lain," ujarnya.

Dalam kasus penganiayaan tersebut, Fery mengatakan pelaku anak dijerat Pasal 351 Ayat (3) dan Pasal 80 UU Perlindungan Anak ancaman 7 tahun dan 12 tahun penjara.[beritajatim]

#Penganiayaan #SantriMojokerto
BERITA TERKAIT
Istri Bunuh Suami dengan Penumbuk Jagung
Kritikan Pimpinan KPK Mundur
9 Orang Jadi Korban Kecelakaan Maut Tol Jagorawi
Kata Ilham Peziarah Selfie Depan Makam Habibie
Ada Aksi Simpatik di CFD, Dukung Revisi UU KPK
Akibat Kabut Asap Pesawat Lion Kembali ke Juanda
Pecah Ban, 3 Orang Meninggal di Tol Jagorawi

kembali ke atas