MOZAIK

Senin, 26 Agustus 2019 | 02:02 WIB

Doa Adalah Senjata Utama Orang Beriman

Ustadz Afifuddin Rohaly, MM
Doa Adalah Senjata Utama Orang Beriman
(Ilustrasi)

SETIAP manusia memiliki masalah dalam kehidupannya. Kesempitan, kesedihan, sakit, kekurangan dan lain-lain adalah sunnatullah yang dihadapi setiap orang beriman. Sebab Allah tidak akan membiarkan kita mengaku beriman kepadaNya, kecuali Allah akan menguji iman dan kesabaran kita.

Banyak jalan keluar yang dilakukan oleh orang beriman. Upaya pencarian solusi atas problematika hidup tentu tidak dilarang, bahkan sangat dianjurkan. Namun kebanyakan yang kita lakukan dalam mencari solusi masalah yang kita hadapi masih keliru. Apa solusi pertama dan utama dalam menyelesaikan masalah yang ada?

Doa adalah upaya pertama dalam menyelesaikan masalah yang ada. Karena bagi orang yang beriman, doa adalah senjata. Doa bukan senjata pamungkas, senjata terakhir. Namun sebaliknya, doa adalah senjata orang beriman yang harus ia gunakan pada kali pertama saat menghadapi masalah.

Bahkan anbiya dan mursalin yang mendapatkan cobaan paling berat, mereka alaihumus salam mengutamakan doa sebagai solusi masalah yang dihadapi. Ada Nabi Ayyub, ada Nabi Yunus, ada Nabi Ibrahim, Nabi Zakaria, dan seterusnya, Allah mengisahkan di Al Quran bagaimana mereka berdoa kepadaNya ketika menghadapi masalah atau ujian.

Doa bukanlah amalan khusus yang hanya para Nabi dan Rasul saja yang melakukannya. Seluruh orang beriman harus berdoa memohon pada Allah. Maka dari itu setelah Allah kisahkan doa Nabi Yunus, Allah tutup ayat tersebut dengan firmanNya (yang artinya), Dan demikianlah kami selamatkan orang-orang beriman.

Perhatikanlah akhir ayat tersebut. Allah menegaskan bahwa Allah menyelamatkan orang-orang beriman. Maka perbanyaklah berdoa. Semoga Allah mengabulkan doa kita tepat pada waktunya.

Allahu Alam. [*]

#Quraniy #AfifuddinRohaly
BERITA TERKAIT
Dua Keuntungan Sekaligus di Majelis Ilmu
Memperbanyak Puasa di Bulan Muharram
Orang yang Mendapatkan Kamar Khusus di Surga
Orang yang Paling Lemah
Puasa Asyura: Selisihi Yahudi Berpuasalah Dua Hari
Qadha Puasa Asyura Wanita Haid?
Mulai Hari Ini, Jangan Menjadi Orang yang Bakhil

kembali ke atas